Ekonomi

Praktisi Kehumasan Wajib Beradaptasi dengan Pandemi agar Bisnis Berkelanjutan

semua sektor pun dipaksa untuk melakukan adaptasi. Tak terkecuali aktivitas-aktivitas kehumasan


Praktisi Kehumasan Wajib Beradaptasi dengan Pandemi agar Bisnis Berkelanjutan
Founder & CEO Iconomics Bram S. Putro saat membuka webinar

AKURAT.CO Para praktisi kehumasan dituntut untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini sudah masuk tahap vaksinasi. Hal tersebut tak bisa ditawar lagi agar brand atau bisnis dapat bertahan alias sustainable.

"Adanya Covid-19 ini memaksa praktisi PR untuk memaksimalkan semua media platform-nya dengan baik, seperti sosialisasi content kita dari offline beradaptasi menjadi online," kata Founder & CEO Iconomics Bram S. Putro saat membuka webinar "The Iconomics PR Outlook 2021: Outlook PR  Pasca 'Game Changer' Vaksinasi Covid-19" di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Juru Bicara Badan Koordinasi Penanaman Modal Tina Talisa, Ketua Perhumas Agung Laksamana, Wakil Ketua Umum III BPP PERHUMAS dan Head of Corporate Communications Astra International Boy Kelana S dan beberapa eksekutif dari perusahaan-peusahaan swasta dan BUMN serta para praktisi kehumasan.

baca juga:

Bram menegaskan, semua sektor pun dipaksa untuk melakukan adaptasi. Tak terkecuali aktivitas-aktivitas kehumasan.

Apakah ini pilihan mudah? Menurut Bram, tentu saja tidak. Tidak ada pilihan lain selain beradaptasi.

"Saya kutip kata Pak Agung Laksamana Perhumas, ini saatnya Humas mengadopsi lingkungan baru untuk bergerak masuk. Beradaptasi dengan new strategy serta semakin Ahli (Adept) dan kreatif agar brand dan bisnis tetap sustainable. Artinya show must go on. With or without vaksin, karena perubahan akan menjadi kebiasaan baru kita. Mungkin pasca vaksin ini Bro Agung akan rilis buku terbaru?" papar dia.

Apa kaitan pandemi Covid-19 dan peran strategis PR di era baru? "Menurut hemat saya, Pandemi Covid-19 adalah Game Changer bagi PR yang telah memaksanya untuk berubah," timpal Bram.

Pada 2 Maret lalu, merupakan ulang tahun Covid-19 masuk ke Indonesia. "Sekarang vaksinasi Covid-19 pun masuk ke Indonesia, dan vaksinasi Covid pertama ditandai dengan penyuntikan vaksin kepada Presiden Jokowi," tuturnya.

Momentum ini, lanjut dia, tidak hanya sebagai titik awal dimulainya vaksinasi tapi sekaligus memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin ini aman. "Artinya momentum-momentum tersebut telah memberikan dampak perubahan bagi kita semua," ujarnya.

Ahmad Munjin

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first