Ekonomi

Prabowo Terjerat Utang Hingga 2025 dan Kerajinan Dompet di Banten Mampu Serap Tenaga Kerja Lokal


Prabowo Terjerat Utang Hingga 2025 dan Kerajinan Dompet di Banten Mampu Serap Tenaga Kerja Lokal
Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto saat hadir dalam penyerahan berkas pendaftaran persyaratan peserta pemilu 2019 di Gedung KPU Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10). Probowo mendaftarkan langsung partai Gerindra untuk menjadi peserta pemilu 2019. Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno turut hadir dalam penyerahan berkas di KPU. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto tampak selalu menyerang lawannya yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai utang negara yang membengkak. Pada faktanya salah satu bisnis Prabowo, PT Kiani Kertas justru terjerat utang yang belum diselesaikan bahkan hingga tahun 2025.

Kerajinan dompet di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, yang telah berlangsung selama 20 tahun tersebut mampu menyerap tenaga kerja lokal. Dengan adanya kerajinan tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah itu.

"Kami sudah 20 tahun sebagai perajin dan menyerap 30 tenaga kerja," kata H Rahmat, seorang pemilik kerajinan dompet di Desa Giri Mukti Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak, Sabtu(9/2/2019).

Akurat.co telah memilih lima berita populer yang menarik untuk dibaca, Minggu (10/2/2019), diantaranya:

1. Cerita Prabowo yang Terjerat Utang Hingga 2025 Bahkan Masih Banyak Lagi

Dalam penelusuran jejak utang calon presiden oposisi Prabowo Subianto dari berbagai sumber, terdapat sebuah pernyataan dari situs di Kaskus da Facebook yang menegaskan bahwa utang usaha miliknya, PT Kiani Kertas telah Lunas.

Berawal dari catatan Firman Sakawali yang diposting di Kaskus pada Juni 2014. Terdapat penjelasan kompleks bahwa perusahaan milik Prabowo telah Lunas. Berikut tulisan yang diposting Firman:

Untuk lebih jelasnya baiklah saya uraikan bagaimana sampai Prabowo terjerat utang. Pemilik awal PT Kiani Kertas yaitu Bob Hasan menyerahkan perusahaan kertas itu kepada BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional), terkait penyelesaian utang Bank Umum Nasional (BUN) perusahaan milik Bob senilai Rp8,9 triliun.

Baca berita selengkapnya, klik di sini

2. Tol Paspro Siap Dioperasikan, Pangkas Waktu Tempuh Pengguna

Jalan Tol Trans Jawa yang beroperasi akan segera bertambah dengan selesainya Tol Pasuruan -Probolinggo (Paspro) sepanjang 31,3 km dan saat ini tengah dilakukan uji laik fungsi sebelum bisa dibuka untuk publik. Sebelumnya tol Paspro telah dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan ruas tol tidak harus diresmikan sebelum dioperasikan, termasuk untuk ruas tol Paspro.

“Tidak harus menunggu diresmikan. Pengoperasian tol bisa dilakukan sehingga bisa segera digunakan masyarakat. Terlebih tol tersebut dulu juga sudah dibuka, sekarang bisa segera beroperasi. Seperti Tol di Medan juga ada Seksi I sudah diresmikan, maka seksi II nya sudah tinggal langsung pakai dan tidak perlu seremonial lagi," katanya Menteri Basuki di Gedung Negara Grahadi, Surabaya,Jumat malam (8/2/2019).

Baca berita selengkapnya, klik di sini

3. Aktivitas Tambang Bauksit Teluk Bintan Berhenti

Aktivitas tambang Bauksit di Tembeling Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan Kepulauan Riau berhenti, menyisakan lingkungan yang tampak rusak. Adapun di sekitar Markas Polsek Teluk Bintan, Sabtu, tidak terlihat aktifitas pengerukan.

Hal itu dibenarkan warga sekitar yang menyatakan sudah tidak ada aktifitas tambang sejak beberapa waktu lalu. "Sudah berhenti beberapa hari lalu. Kami tidak tahu apakah akan kembali beraktivitas atau tidak," kata warga Tembeling yang enggan disebutkan namanya, melansir dari Antara.

Tambang Bauksit yang dikerjakan dua perusahaan itu berlokasi di dekat Mapolsek Teluk Bintan, kantor camat, kantor kelurahan, bumi perkemahan pramuka dan kantor Sistem Produksi Air Minum.

Baca berita selengkapnya, klik di sini

4. Prabowo Tiru Gaya Ayahnya Soal Kebocoran Anggaran untuk Lengserkan Pemerintahan

Budayawan Sudjiwo Tedjo melalui akun linimasa Twitternya @sudjiwotedjo memberikan gambaran peristiwa serupa pada era Orde Baru (Orba) mengenai kebocoran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Sebelumnya, ekonom yang juga ayah dari calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, Soemitro Djojohadikoesoemo pernah mengatakan hal senada seperti yang dilakukan anaknya. Ayah Prabowo sendiri sebelumnya pada era Orba menjabat sebagai menteri Negara riset Indonesia ke-3.

"Dulu ayah Prabowo, Sumitro Djojohadikusumo yang dikenal sebagai Begawan Ekonomi bilang dana pembangunan Bocor 30 persen, kemudian Pak Harto lengser. Kini Prabowo bilang Bocornya 25 persen, apa Jokowi akan lengser? Kita bisa berkehendak Ya/Tidak. Bebas. Toh yang akan berlaku hanyalah kehendak Tuhan," cuitnya, Sabtu (9/2/2019).

Baca berita selengkapnya, klik di sini

5. Kerajinan Dompet Pedalaman Lebak Serap Tenaga Kerja

Kerajinan dompet di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, menyerap tenaga kerja lokal sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah itu.

"Kami sudah 20 tahun sebagai perajin dan menyerap 30 tenaga kerja," kata H Rahmat, seorang pemilik kerajinan dompet di Desa Giri Mukti Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak, Sabtu(9/2/2019).

Kerajinan dompet yang lokasinya tidak jauh dengan kawasan permukiman masyarakat Badui cukup berkembang dan patut diapresiasi karena mampu menyerap lapangan pekerjaan. Saat ini, masyarakat setempat yang kondisinya di pedalaman sudah tidak mencari lapangan pekerjaan ke luar daerah.

Baca berita selengkapnya, klik di sini