News

Prabowo: Negara Kaya Tanpa Pertahanan Kuat Akan Diinjak dan Didikte Bangsa Lain!

"Rasa bangga dan hormat setinggi-tingginya pada seluruh pekerja galangan kapal dan jajaran direksi PT PAL Indonesia.."


Prabowo: Negara Kaya Tanpa Pertahanan Kuat Akan Diinjak dan Didikte Bangsa Lain!
Kunjungan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto ke Amerika Serikat telah mendapatkan sorotan hingga kritikan tajam dari berbagai pihak, termasuk politisi AS hingga kelompok HAM (AP via scmp.com)

AKURAT.CO, Belum lama ini Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meluncurkan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter di Surabaya, Jawa Timur.

Dengan diluncurkannya kapal tersebut, Prabowo mengungkapkan rasa bangga dan mengapresiasi kerja keras para pekerja PT PAL Indonesia. 

"Rasa bangga dan hormat setinggi-tingginya pada seluruh pekerja galangan kapal dan jajaran direksi PT PAL Indonesia atas kerja keras dan dedikasi kepada bangsa dan negara melalui pembangunan kapal cepat rudal yang telah diluncurkan," kata Prabowo seperti dikutip melalui official Facebooknya, Selasa (7/12/2021).

Ketua Umum Partai Gerindra ini menyampaikan bahwa pembuatan KCR 60 Meter merupakan pemenuhan amanat Undang-Undang guna melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

“Negara kaya tanpa pertahanan yang kuat, negara tersebut akan diinjak-injak oleh bangsa lain. Bangsa itu akan didikte oleh bangsa lain, kekayaannya akan dirampas oleh bangsa lain,” ungkapnya.

Selain itu, Prabowo juga menuturkan kalau kebutuhan harus menciptakan kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

"Industri pertahanan harus bangkit dan menjadi motor penggerak roda  perekonomian bangsa Indonesia. Indonesia aman, ekonomi tumbuh."

Diketahui, KCR masuk dalam kategori Offshore Patrol Vessel (OPV) dan memiliki kemampuan manuver yang lincah, mampu bergerak secara cepat.

Selain itu, KCR juga memiliki fungsi pengamanan wilayah maritim dan melakukan pengejaran terhadap kapal asing yang melanggar wilayah teritorial laut RI.

Kapal KCR 60 Meter kelima ini memiliki panjang 60 meter, lebar 8,10 meter. Kapal tersebut mampu mengakomodasi kru sebanyak 55 orang, memiliki berat 500 ton, dan dapat melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot pada kondisi full load serta endurance 5 hari. Kapal ini memiliki jarak jelajah 2.400 Nm pada kecepatan 20 knot. 

Sebelumnya PT PAL Indonesia (Persero) telah membangun empat unit platform KCR 60 Meter, yaitu KRI Sampari-628, KRI Tombak-629, KRI Halasan-630, dan KRI Kerambit-627.

Setelah diluncurkan, KCR 60 Meter kelima ini selanjutnya akan menjalani berbagai serangkaian proses pengujian dari para ahli dan teknisi, sebelum diserahterimakan kepada TNI AL sebagai pengguna.[]