News

Prabowo Diutus Jokowi Bicara Persatuan di Muktamar Persis

Prabowo Diutus Jokowi Bicara Persatuan di Muktamar Persis
Menhan Prabowo Subianto dalam Muktamar Persis (Dokumentasi Gerindra)

AKURAT.CO, Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Prabowo Subianto diberikan tugas oleh Presiden Joko Widodo untuk hadir pada pelaksanaan Muktamar ke-16 Persatuan Islam (Persis) dan Muktamar ke-13 Persatuan Islam Istri (Persistri).

Hal itu disampaikan Prabowo Subianto saat memberikan sambutan di hadapan para peserta Muktamar Persis dan Persistri di Bandung, pada Sabtu (24/9/2022).

“Pertama-tama saya sampaikan salam dan doa dari Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo yang telah memerintahkannya saya untuk hadir disini pada acara pembukaan untuk menyampaikan sambutan, ini sebuah kehormatan besar, saya juga kaget kok saya ditunjuk” kata Prabowo. 

baca juga:

Prabowo menyampaikan pikiran Presiden Jokowi terkait keberadaan Persis sebagai organisasi yang besar dalam hal pertahanan negara, maka dari itu dirinya diberi mandat untuk menghadiri pembukaan Muktamar tersebut.

Bahkan, kata dia, berguyon soal insting dan Ilmu Presiden yang masih di atas dibandingkan dirinya, sembari disambut meriah oleh para peserta Muktamar Persis dan Persistri.

Selanjutnya Prabowo mengaku telah menyimak pidato dari Ketua Umum Persis KH Aceng Zakaria dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hingga berkesimpulan bahwa persatuan dan kesatuan menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan bangsa dan negara.

“Kita boleh berbeda pandangan, kita boleh punya koreksi dan kritik, itu baik dan bagus, itulah demokrasi, tapi satu hal dari dua tokoh tadi (Ketum Persis dan Gubernur Jabar) yang diungkapkan dan saya ingin pertegas bahwa apapun perbedaan kita, tetap kita harus junjung tinggi rasa hormat diantara kita bahwa kita ini adalah satu keluarga besar, Indonesia, satu keluarga besar Nusantara,” paparnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kekurangan, Presiden terdahulu sampai sekarang, Kiai, Gubernur, Kapolri, semuanya memiliki kekurangan, tapi paling penting yang harus kita akui dan syukuri adalah prestasi-prestasi dan sumbangan mereka terhadap kehidupan bangsa dan negara.

“Dan kita harus jujur dan kita harus objektif dan kita harus menimbang, di mana yang lebih banyak, prestasi yang baik atau kekurangannya, kita harus punya sifat kejujuran, dan ini menurut saya para kyai, para ulama inilah perjuangan mereka dan inilah saya simak betapa besar peranan persis di antara organisasi-organisasi keagamaan lainnya, dalam membangun dan membina umat yang berakhlak, umat yang berilmu dan berpandangan luas,” ucap eks Danjen Kopassus itu.

Menurut dia, bangsa yang berhasil memiliki unsur-unsur yang membuatnya berhasil dan unsur utama itu adalah bangsa yang memiliki pemimpin yang senantiasa memelihara perdamaian.

“Hanya dengan perdamaian, yang lain bisa datang, hanya dengan perdamaian suatu negara suatu bangsa, suatu masyarakat bisa mendapat kemakmuran," tukas Prabowo. []