Ekonomi

Prabowo Blak-blakan Asing Biayai Demo Tolak UU Ciptaker, Segini Jumlahnya?

Prabowo Subianto menegaskan aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja beberapa hari lalu ditunggangi dan didanai pihak asing.


Prabowo Blak-blakan Asing Biayai Demo Tolak UU Ciptaker, Segini Jumlahnya?
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat mengikuti rapat kerja dengan komisi I di ruang Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). Rapat kerja ini membahas terkait isu Natuna, Pengembangan Kekuatan TNI, dan Kapabilitas Bakamla, serta Penguatan Diplomasi di Wilayah Perairan Natuna. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebutkan kerusuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja beberapa hari lalu ditunggangi dan dibiayai pihak asing.

"Saya ga yakin pemuda atau mahasiswa melakukan kerusuhan. Ini pasti anasir yang dibiayai asing. Ga mungkin seorang patriot membakar milik rakyat. Kalau mau demo silahkan demokrasi itu boleh demo, masa bakar milik rakyat. Jadi kalau sudah begitu kita harus sangat waspada," kata Prabowo dalam sebuah wawancara yang dirilis DPP Partai Gerindra, yang diterima di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Menurut dia, banyak peserta asing yang belum membaca UU Ciptaker dan termakan hoaks. Kendati demikian Prabowo tidak secara gamblang mengungkapkan berapa besar biaya yang dikeluarkan pihak asing untuk memuluskan demo menolak Omnibus Law.

"Banyak sekarang ini yang kemarin demo itu belum baca hasil omnibus law itu dan banyak hoaks. Banyak hoaks di mana-mana seolah ini tidak ada, itu tidak ada," kata Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Prabowo mengatakan, hoaks yang mengiringi UU Cipta Kerja bertujuan menimbulkan kekacauan di dalam negeri. Bahkan, ia menyebut, dalangnya berasal dari luar negeri.

"Ada kekuatan-kekuatan asing, ada negara-negara tertentu di dunia yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju," tegas Prabowo.

Prabowo menceritakan, dirinya sempat terperangkap dalam aksi massa penolakan UU Cipta Kerja.

Dia pun menyayangkan, saat menggelar aksinya banyak mahasiswa yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak di tengah pandemi COVID-19.

"Ini kan mencelakakan anak-anak kita. Dalang ini tidak bertanggung jawab sama sekali. Saya sangat prihatin. Ini kan lagi COVID-19," ujarnya.