News

PPP Usul Keluarga Akidi Tio Penyumbang Rp2 Triliun Diberi Penghargaan Khusus

Apa yang keluarga Akidi Tio lakukan dapat menjadi contoh


PPP Usul Keluarga Akidi Tio Penyumbang Rp2 Triliun Diberi Penghargaan Khusus
Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani (Oktaviani)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arsul Sani mengusulkan agar keluarga pengusaha asal Aceh Akidi Tio penyumbang dana sebesar Rp2 triliun kepada Pemprov Sumatera Selatan untuk penanganan Covid-19 diberi penghargaan khusus.

"(Pemberian itu) sebagai bentuk apresiasi negara terhadap warga negaranya yang telah berbagi dan peduli terhadap negara dan saudara sebangsa-setanah airnya," ujar Arsul saat dihubungi AKURAT.CO, di Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Arsul mengatakan, apa yang keluarga Akidi Tio lakukan dapat menjadi contoh untuk seluruh masyarakat di Indonesia terlebih pemerintah, tentang kesetiakawanan sosial terlebih di masa pandemi seperti ini.

"Terimakasih dan (saya)mengapresiaasi atas apa yang dilakukan oleh Keluarga Akidi Tio dengan menyumbangkan dana dalam jumlah yang sangat besar untuk penanganan Covid-19," pungkasnya.

Diketahui sumbangan tersebut diberikan oleh keluarga pengusaha asal Aceh bernama Akidi Tio untuk penanganan pandemi di Sumatera Selatan.

Dana fantastis tersebut pun diserahterimakan kepada Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri pada Senin (26/7/2021) di Ruang Rekonfu Polda Sumsel.

Dalam kegiatan itu, hadir pula Gubernur Sumsel Herman Deru dan Danrem Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, Kadinkes Provinsi Sumsel Lesty Nurainy, serta para pejabat utama Polda Sumsel lainnya.

Pemberian dana sebesar Rp2 triliun itu disebut merupakan amanah dari almarhum pengusaha bernama Akidi Tio. Hal itu disampaikan dokter keluarga sekaligus perwakilan pihak keluarga sang pengusaha, Prof dr Hardi Darmawan.

"Dia (almarhumah) punya ada 7 orang. Semua anaknya sudah sukses. Mereka memberikan bantuan kepada Polda Sumsel karena Pak Eko ini sudah kenal dekat dengan almarhum dan keluarga sejak lama," ucap Hardi.

Terkait hal ini, Direktur Riset Core (Center of Reform on Economics) Indonesia Piter Abdullah menyampaikan, memang ada persyaratan khusus bila ingin melakukan transfer uang dalam jumlah besar hingga Rp2 triliun, dimana bank akan mengecek dari mana sumber uang tersebut. 

Dalam hal ini berlaku ketentuan Know Your Customer (KYC) untuk memastikan tidak terjadi money laundering atau pencucian uang.

“Jadi, sumber uangnya harus diketahui persis dari mana. Kalau tidak diketahui, bank tidak akan mau. Walaupun punya uang, misalnya uangnya dari luar negeri yang tidak jelas, bank tidak akan mau. Tetapi sejauh bank meyakini uang tersebut dari sumber yang benar, bukan money laundering, bank akan mentransfer,” kata Piter kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).[]