Ekonomi

PPnBM DTP Dinilai Efektif Dongkrak Utilisasi Industri Otomotif Nasional

relaksasi PPnBM DTP efektif dalam mendongkrak utilisasi industri otomotif nasional yang tengah menghadapi penurunan selama pandemi Covid-19.


PPnBM DTP Dinilai Efektif Dongkrak Utilisasi Industri Otomotif Nasional
relaksasi PPnBM DTP gairahkan industri otomotif (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Hasil kajian Institute for Strategics Inisiative (ISI) menunjukkan bahwa relaksasi PPnBM DTP efektif dalam mendongkrak utilisasi industri otomotif nasional yang tengah menghadapi penurunan selama pandemi Covid-19.

Direktur ISI Luky Djani menyebutkan, data Maret-Mei 2021 yang dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019 dan 2020 menunjukkan bahwa program relaksasi PPnBM DTP menguntungkan semua pihak.

Nilai penjualan mobil dengan PPnBM DTP lebih tinggi Rp22,95 triliun dibanding dengan periode yang sama tahun 2020.

"Dengan program tersebut, industri berpotensi menciptakan kesempatan kerja total 183 ribu orang," ujarnya lewat keterangan tertulisnya, Jumat (17/9/2021).

Selain itu, kebijakan tersebut menciptakan pendapatan rumah tangga bagi pekerja di sektor otomotif dan sektor lain yang terkait dengannya sebesar Rp6,6 triliun dibandingkan tanpa pemberlakukan program relaksasi tersebut.

Ia menjelaskan adanya PPnBM DTP juga menunjukkan peningkatan penciptaan output pada industri sebesar Rp29 triliun. Kemudian di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar Rp3,69 triliun, sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp1,7 triliun, dan perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor sebesar Rp1,7 triliun.

"Kebijakan ini telah menjadi game changer di tengah pandemi yang dihadapi Indonesia saat ini. Dengan multiplier effect yang tinggi, maka sebaiknya kebijakan ini diperpanjang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah kembali memperpanjang diskon PPnBM untuk pembelian kendaraan bermotor hingga 100% sampai dengan Desember 2021. Diskon PPnBM 100% ini diberikan untuk mobil penumpang dengan kapasitas mesin hingga 1500 cc.

Semula insentif berakhir pada bulan Agustus 2021. Sementara mobil penumpang 4×2 dengan kapasitas mesin sampai 2.500 cc ditanggung 50 persen. Untuk mobil penumpang 4×4 dengan kapasitas mesin sampai 2.500 cc, PPnBM yang ditanggung pemerintah hanya 25%. Aturan insentif ini tercantum dalam PMK 120/PMK 010/2021.