Ekonomi

PPN Sembako hingga Cukai Rokok Naik, Bukti Pemerintah Terapkan Kebijakan Diskriminatif

Pengamat: Kebijakan fiskal negara sangat diskriminatif terhadap kelas ekonomi ke bawah.


PPN Sembako hingga Cukai Rokok Naik, Bukti Pemerintah Terapkan Kebijakan Diskriminatif

AKURAT.CO Managing Director Political Economy & Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengatakan kebijakan fiskal negara sangat diskriminatif terhadap kelas ekonomi ke bawah.

Ia menuturkan, kelas menengah atas malah menikmati diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) serta penghapusan PPN barang mewah.

Di sisi lain, masyarakat kelas menengah bawah diberatkan dengan PPN sembako hingga cukai rokok yang sebenarnya memberatkan masyarakat miskin.

"Kebijakan sangat diskriminatif di sini kebijakan lebih pro masyarakat atas. Tapi untuk ekonomi lemah dimintakan terus menerus, misalnya cukai rokok," ujarnya saat Webinar Narasi Institue, Jumat (11/6/2021).

Menurutnya, pemberlakuan PPN sembako adalah bukti bahwa ekonomi Indonesia di ambang kolaps.

Hal ini terlihat dari berbagai kebijakan yang tak lazim seperti kenaikan pajak serta bank sentral yang membiayai defisit di pasar primer, bukti bahwa secara teknis negara bangkrut.

"Pembuktian dari bangkrut itu, pembiayaan defisit itu sudah dilakukan BI dan sekarang ini sekarang ini dari kenaikan pajak," kata Anthony.

Ia juga menyampaikan, defsit anggaran Indonesia semakin membesar karena belanja negara bakal dipertahankan namun penerimaan negara cenderung terkontraksi. Maka dari itu, pemerintah menggenjot pajak.

Kemudian ekonomi Indonesia yang mengandalkan ekspor komoditas ke depannya juga tak akan menolong likuiditas negara. Untuk itu, Anthony meyakini ekonomi Indonesia ke arah kolaps.

"Kalau harga komoditas akan turun, likuiditas akan berkurang, ekonomi akan kolaps," katanya. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu