News

PPKM Mikro Tak Mampu Bendung Kasus COVID-19, Sultan Buka Opsi Lockdown

Ia menengarai penambahan kasus memiliki grafik yang cenderung fluktuatif.


PPKM Mikro Tak Mampu Bendung Kasus COVID-19, Sultan Buka Opsi Lockdown
Gubernur DIY Sri Sultan HB X usai rapat koordinasi penanganan COVID-19 di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (11/6/2021). (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Penambahan kasus COVID-19 harian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menanjak sepekan belakangan. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan kemungkinan penerapan karantina wilayah atau lockdown.

Sultan menilai pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro yang dirancang membatasi kegiatan masyarakat dari tingkat terkecil, yakni RT dan RW, belum efektif mengendalikan penyebaran COVID-19 di DIY.

"Kalau (PPKM) gagal kurang apa lagi? Kita belum tentu bisa cari jalan keluar. Satu-satunya cara ya lockdown totally," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (18/6).

Pernyataannya berkaca pada kasus harian COVID-19 di DIY yang menanjak sepekan belakangan. Meski PPKM mikro telah diterapkan, kasus harian malah mencapai rekor tertingginya 16 dan 17 Juni kemarin, masing-masing 534 dan 595 kasus.

"Kita kan sudah PPKM mikro, ini kan sudah bicara nangani di RT/RW, pedukuhan, kalau itu gagal mobilitasnya seperti ini kalau weekend ya terus mau apa lagi, ya lockdown," imbuh Sultan.

Namun, menurut Sultan peningkatan kasus tak hanya terjadi di Indonesia atau DIY saja. Sepenuturannya, Malaysia dan Singapura mengalami kejadian serupa.

Ia menengarai penambahan kasus memiliki grafik yang cenderung fluktuatif. Dalam arti naik-turun dan tak ada puncaknya.

"Tapi lepas dari kondisi itu ya kita memang harus punya kemampuan mendisiplinkan diri. Kalau nggak ya selamanya begini terus," ujarnya.

Sultan melihat kunci pencegahan penyebaran COVID-19 tetap disiplin penerapan protokol kesehatan. Kebijakan PPKM mikro yang kini didesain lebih ketat dari segi perizinan dan pengawasan hanya strategi pelengkap.

Ketika kebijakan PPKM termutakhir sudah tak lagi bisa membendung angka kenaikan kasus, maka pemberlakuan lockdown jadi opsi. Apalagi kini tingkat keterisian tempat tidur (BOR) rumah sakit rujukan COVID-19 telah mencapai 73,90 persen untuk kategori isolasi dan ICU.

"Lha kalau terus BOR tidak mampu lagi mau apa?" tutup Sultan. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co