Ekonomi

PPKM Mikro Ketat Dinilai Akan Lemahkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2021

Namun, pertumbuhan ekonomi bisa kembali melemah di kuartal III-2021.


PPKM Mikro Ketat Dinilai Akan Lemahkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2021
Tampak suasana gedung bertingkat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Pemerintah memperkuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro selama 14 hari, yakni 22 Juni-5 Juli 2021. Hal ini dilakukan untuk merespons melonjaknya kasus Covid-19 selama beberapa waktu belakangan.

Langkah tersebut diputuskan dalam rapat terbatas yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dan sejumlah menteri serta kepala lembaga terkait, Senin (21/6/2021).

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 bisa positif di kisaran 2-4 persen meski ada pemberlakuan PPKM mikro.

Hal ini karena didukung faktor musiman Lebaran dan pembayaran THR penuh. Namun, pertumbuhan ekonomi bisa kembali melemah di kuartal III-2021.

"Kemudian kuartal III bisa kembali melemah apalagi pemerintah melakukan pengetatan mobilitas masyarakat. Pertumbuhan positif diperkirakan hanya temporer,” katanya kepada Akurat.co, Jakarta, Selasa (22/6/2021).

Kondisi ini juga, menurutnya, bergantung pada seberapa ketat pembatasan sosialnya. Bahkan Bhima mengusulkan untuk dilakukan lockdown secara nasional. Kebijakan tersebut dinilai lebih efektif dan membuat ekonomi akan lebih solid setelah lockdown dibuka.

“Bahkan saya usul lockdown secara nasional. Ekonomi akan menurun dalam satu kuartal tapi bisa lebih solid ketika pembatasan dibuka. Jangan nanggung karena PPKM mikro sebelumnya tidak efektif terbukti dari meledaknya kasus penularan Covid-19 dan diperketat lagi. Biaya buka tutup pembatasan sosial jadi boros,” tambahnya. []