Ekonomi

PPKM Mikro Dinilai Tidak Hentikan Proses Pemulihan Ekonomi

Pengamat menilai PPKM mikro yang diterapkan sejak 9 Februari 2021 tidak hentikan proses pemulihan ekonomi


PPKM Mikro Dinilai Tidak Hentikan Proses Pemulihan Ekonomi
Warga beraktivitas di luar ruang tanpa mengenakan masker di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Senin (25/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang diterapkan oleh pemerintah sejak 9 Februari 2021 lalu hingga saat ini, tidak menghentikan proses pemulihan ekonomi.

"Dengan meredanya kasus Covid-19 karena kebijakan PPKM, perekonomian justru secara bertahap bisa kembali pulih. Pemerintah memang harus mengutamakan pengendalian pandemi terlebih dahulu," ujar Piter saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

Piter mengatakan PPKM Mikro ditujukan untuk menurunkan penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, lanjutnya, PPKM hendaknya dilihat dari dampaknya terhadap penyebaran Covid-19 itu sendiri.

"Kita patut mensyukuri selama dua bulan terakhir kasus Covid-19 terus menurun. Setelah sempat mengalami peningkatan yang tinggi hingga belasan ribu kasus baru per hari, sekarang jumlah kasus mereda hingga 4 ribuan kasus baru. Penurunan ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan PPKM," kata Piter.

Sementara dari sisi ekonomi, proses pemulihan ekonomi masih berlanjut dan beberapa indikator mengkonfirmasi hal tersebut.

"Seperti Indeks PMI selama tiga bulan terakhir di zona ekspansi. Penjualan kendaraan bermotor pada bulan Maret bahkan meningkat sangat besar dipicu kebijakan stimulus pelonggaran PPnBM. Diperkirakan demikian juga dengan penjualan properti," papar Piter.

Sedangkan, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listyanto mengatakan secara umum saat ini memang ada peningkatan optimisme terhadap perekonomian domestik. Indeks Prompt Manufacturing Index (PMI) juga meningkat pada Maret 2021, terutama untuk sektor makanan karena mengantisipasi peningkatan permintaan puasa dan Lebaran.

"Sejak PPKM Mikro, kasus Covid-19 relatif menurun, meskipun saat ini masih di 6.000-an positif Covid-19 per hari. Kalau dikaitkan dengan pemulihan ekonomi, pengendalian dan percepatan vaksinasi memang masih jadi faktor utama agar optimisme perekonomian tetap dalam track meningkat," ujar Eko.

Sebagai informasi, sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan memperketat kriteria Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Pengetatan itu dilakukan untuk menjaga momentum pemulihan kesehatan dalam negeri. Pernyataan itu disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) usai Rapat Terbatas (Ratas) bersama presiden di istana negara, Jumat (26/3/2021).

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu