News

PPKM Level 3, Yuk Intip Aturan Jam Buka Warteg, Restoran dan Kafe

PPKM Level 3, Yuk Intip Aturan Jam Buka Warteg, Restoran dan Kafe
Pedagang mengenakan pelindung wajah 'face shield' saat melayani pembeli di salah satu rumah makan di kawasan Depok, Jawa Barat, Minggu (19/4/2020). Pedagang mengaku mengenakan face shield sebagai antisipasi pencegahan virus Corona (Covid-19). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan wilayah Jabodetabek, DI Yogyakarta, dan Bali kini berstatus PPKM Level 3.

Penerapan PPKM Level 3 berimbas terhadap jam operasional restoran, kafe, termasuk warung tegal (warteg) dan sebagainya. Operasional mereka dibatasi sampai pukul 21.00 WIB.

"Untuk warteg dan lapak jajan dibuka sampai (pukul) 21.00 WIB maksimal (kapasitas) bisa 60 persen dan restoran atau kafe juga dapat dibuka maksimal 60 persen sampai (pukul) 21.00 WIB," jelas Luhut dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di channel YouTube Setpres, Senin (7/2/2022).

baca juga:

Masih kata Luhut, supermarket  juga memiliki kebijakan serupa, dapat beroperasi hingga pukul 21.00 WIB dengan maksimal pengunjung 60 persen. Pasar Raya dibatasi buka sampai pukul 20.00 WIB dengan maksimal pengunjung 60 persen. Sedangkan, untuk jam buka mall dibatasi hingga pukul 21.00 WIB dengan 60 persen pengunjung, dan anak usia 12 tahun diperbolehkan masuk asal sudah divaksin minimal dosis pertama.

Luhut melanjutkan, bioskop tetap dibuka dan anak-anak berusia di bawah 12 tahun boleh masung dengan syarat telah menerima vaksin Covid-19, minimal dosis pertama.

"Ini semua akan kita lihat terus minggu ini. Kalau minggu ini bagus, (nantinya) minggu depan akan lebih (kita) longgarkan. Karena kami terus terang tidak ingin juga kita ketakutan dan ekonomi kita terganggu," pungkas Luhut.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah aglomerasi Jabodetabek naik ke level 3. Level PPKM yang sama berlaku untuk Bandung, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Bali.

"Berdasarkan level asesmen saat ini, kami sampaikan bahwa aglomerasi Jabodetabek,Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Bandung Raya akan ke level 3," ungkap Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut menjelaskan kenaikan level bukan karena tingginya kasus, tetapi karena rendahnya tracing. Khusus untuk Bali, level PPKM naik ke 3 salah satunya disebabkan meningkatnya pasien Covid rawat inap di rumah sakit.

"Saya ulangi bukan akibat tingginya kasus tapi karena rendahnya tracing," ujar Luhut yang juga Menteri Koordinator Maritim dan Investasi.[]