News

PPKM Level 3 Nataru, Kajati DKI: Pelanggar Prokes Harus Disanksi Tegas

Kajati DKI: Apabila pengelola tempat wisata, mal dan kafe itu lalai menerapkan prokes, maka akan diberikan sanksi sesuai peraturan gubernur.


PPKM Level 3 Nataru, Kajati DKI: Pelanggar Prokes Harus Disanksi Tegas
Pengunjung saat melakukan scan QR Code untuk masuk kedalam Mal Central Park, Grogol, Jakarta Barat, Rabu (11/8/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Febrie Adriansyah mengatakan, Pemerintah Daerah akan melakukan pengetatan saat libur Natal dan Tahun Baru untuk mengurangi risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Oleh karena itu, harus ada pendisiplinan di tempat-tempat umum yang ramai dikunjungi masyarakat.

"Agar pengelola-pengelola tempat itu tetap menggunakan PeduliLindungi dan hasil swab," kata Febri dalamm keterangannya, Jakarta, Minggu (28/11/2021).

Apabila pengelola tempat wisata, mal dan kafe itu lalai menerapkan prokes, maka akan diberikan sanksi sesuai peraturan gubernur.

"Kalau pengelola hiburan seperti bioskop, mal, dan semuanya itu lalai, maka di peraturan gubernur harus ada sanksi. Sehingga kita juga bisa mengikat, pengelola-pengelola itu agar tetap menjaga mematuhi ketentuan prokes ketat, supaya tidak meledak jadi gelombang ketiga seperti libur Lebaran kemarin," paparnya.

Oleh karena itu, Kajati DKI berpesan, setiap tempat yang ramai dikunjungi orang itu harus disiplin dalam menjalankan prokes yang sudah ditentukan.

"Contoh ada PeduliLindungi kalau masuk mal, restoran, bioskop, dan harus ada hasil swab," tegasnya.

Jadi, lanjut Febrie, tidak ada cara lain, selain harus ada disiplin prokes. Dan untuk melakukan pengawasan itu, diperlukan adanya pembentukan satgas yang dibagi ditempat-ditempat yang sudah diidentifikasi akan ramai pengunjung.

"Kita harapkan untuk cegah gelombang ketiga Covid-19, enggak ada risiko itu. Jadi harus dikelola dengan baik," tandasnya.