News

PPKM Level 3 Batal: DIY Pakai Asesmen Pusat, Kota Yogyakarta Terapkan Sistem Satu Pintu

Pemda DIY menyatakan bakal menerapkan pembatasan kegiatan sesuai hasil asesmen situasi pandemi Covid-19 saat akhir tahun nanti. 


PPKM Level 3 Batal: DIY Pakai Asesmen Pusat, Kota Yogyakarta Terapkan Sistem Satu Pintu
Foto ilustrasi: Pengunjung mendatangi tempat wisata saat PPKM diturunkan ke level 2. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Pemerintah Pusat membatalkan penerapan PPKM level 3 di seluruh provinsi saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Pemda DIY menyatakan bakal menerapkan pembatasan kegiatan sesuai hasil asesmen situasi pandemi Covid-19 saat akhir tahun nanti. 

"Kami DIY menunggu hasil asesmen nanti kita akan berada pada level berapa. Apakah level 3, 2 atau 1," kata Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji dalam keterangannya, Selasa (7/12/2021).

Kendati, Aji tetap mengimbau kepada seluruh pelaku industri pariwisata agar selalu memperketat penerapan protokol kesehatan jelang libur akhir tahun tanpa kebijakan PPKM Level 3 sekalipun.

Pihaknya turut meminta kepada seluruh pemangku kepentingan di DIY, baik instansi pemerintahan maupun swasta supaya saling mendukung penerapan protokol kesehatan. Tujuannya, demi mempertahankan kelandaian kasus penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

"Mari kita bekerja sama saling mendukung supaya di DIY tercipta sebuah kondisi yang ekosistem dan prokesnya dijaga dan kami akan lakukan berbagai upaya pencegahan dan pengawalan agar tidak terjadi lonjakan kasus positif Covid-19," tutupnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, pembatasan tetap akan diberlakukan di wilayahnya pada akhir tahun nanti. Mulai dari memberlakukan one gate system bagi kendaraan wisata, sampai pemeriksaan acak surat kesehatan serta sertifikat vaksinasi khusus angkutan pribadi.

"Kami tetap one gate system dijalankan dan jadi langkah awal kita dalam menyaring. Kemudian kita juga tetap melakukan monitoring secara acak," ucap Heroe.

Pihaknya juga membuka peluang diberlakukannya sistem buka tutup bagi kendaraan bermotor di kawasan Malioboro yang selalu jadi magnet wisatawan.

"Kemarin alternatifnya buka tutup, itu saja. Kalau kondisi sudah terlalu penuh kita tutup, kalau sudah agak lengang ya kita buka," tuturnya.[]