News

PPKM Level 2, Pemkot Depok Tetap Larang Aktivitas Kerumunan!

Pemerintah Kota Depok secara tegas melarang setiap aktivitas yang menyebabkan terjadinya kerumunan meski saat ini berstatus PPKM Level 2.


PPKM Level 2, Pemkot Depok Tetap Larang Aktivitas Kerumunan!
Kendaraan melintas di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, Sabtu (25/8/2018). Rencananya, Kota Depok akan menerapkan pembatasan kendaraan berdasarkan plat nomor ganjil dan genap di jalan pada setiap Sabtu dan Minggu. Walikota Depok Mohammad Idris meminta agar kebijakan itu dikaji dengan cermat. Menurutnya, program bagus yang diterapkan di daerah lain bisa diterapkan di Depok. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Pemerintah Kota Depok secara tegas melarang setiap aktivitas yang menyebabkan terjadinya kerumunan meski saat ini berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Kota Depok sendiri mulai menerapkan PPKM Level 2 per 19 Oktober 2021 hingga 1 November 2021.

Larangan setiap aktivitas yang menyebabkan kerumunan tersebut teruang dalam keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/463/Kpts/Satgas/Huk/2021.

"Pemkot Depok juga terus memastikan protokol kesehatan (prokes) serta menjaga mobilitas masyarakat," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam surat keputusan tersebut, Kamis (21/10/2021).

Dalam keputusan tersebut, Mohammad Idris telah mengatur beberapa poin putusan. Seperti penerapan Gerakan Jaga Kampung Kita (Jaga Kaki) pada tingkat rukun tetangga (RT) secara terpadu. Termasuk dengan dukungan TNI, Polri dan Kejaksaan.

Untuk pencegahan, di dalam keputusan tersebut juga termaktub pengetatan aktivitas dan edukasi pada kondisi tertutup baik interaksi dan keramaian. Penggunaan masker, mencuci tangan dan sebagainya.

Setiap poin putusan yang ditetapkan berlaku untuk masyarakat berdomisili maupun bertempat tinggal di Kota Depok. Yang meliputi pribadi, perkantoran, pelaku usaha, restoran, pusat perbelanjaan dan transportasi umum.

Untuk supermarket, hypermaket, midi market, mini market, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari tetap dibatasi jam operasional hingga pukul 21.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 75 persen.

Khusus supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi yang telah dimulai sejak 14 September 2021. []

Lihat Sumber Artikel di Jabar News Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Jabar News. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Jabar News.