Ekonomi

PPKM Level 2 Jawa-Bali Bergulir, Ingat Ya Begini Aturan Ngemal Hingga Sektor Perkantoran!

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 untuk wilayah Jawa-Bali diberlakukan kembali mengingat kasus Covid-19 kembali naik


PPKM Level 2 Jawa-Bali Bergulir, Ingat Ya Begini Aturan Ngemal Hingga Sektor Perkantoran!

AKURAT.CO, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 untuk wilayah Jawa-Bali diberlakukan kembali mengingat kasus Covid-19 kembali naik. PPKM dilaksanakan selama sebulan terakhir.

Perpanjangan PPKM level 2 ini melalui Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 33 tahun 2022 dan Inmendagri Nomor 34 tahun 2022 untuk PPKM wilayah luar Jawa-Bali. Intruksi tersebut berlaku mulai tanggal 5 Juli hingga 1 Agustus 2022.

"Akhir-akhir ini kita melihat adanya peningkatan kasus Covid-19 dikarenakan adanya penyebaran (sub) varian (Omicron) BA.4 dan BA.5. Beberapa daerah terpaksa harus dinaikkan menjadi Level 2, yaitu Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Sorong,” ucap Safrizal, dalam keterangan pers, Selasa (5/7/2022).

baca juga:

Masyarakat diimbau untuk tidak panik dengan adanya kenaikan kasus ini, karena kasus Omicron Sub-varian BA.4 dan BA.5 memiliki masa puncak kasus yang lebih cepat dibanding varian sebelumnya.

"Studi Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa puncak kasus Covid-19 Varian BA.4 dan BA.5 sekitar 30 persen- 50 persen lebih rendah dari kasus Varian Omicron, yang disertai dengan gejala ringan. Sehingga masyarakat tidak perlu panik, namun tanpa mengurangi kewaspadaan dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat, khususnya memakai masker di ruangan yang tertutup (indoor)," tegasnya.

Melansir dari Inmendagri Nomor 34 tahun 2022, Rabu (6/7/22), pelaksanaan pembelajaran di   satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau    pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan      Kebudayaan,  Riset  dan  Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 01/KB/2022, Nomor 408 Tahun 2022, Nomor HK.01.08/MENKES/1140/2022,  Nomor  420-1026 Tahun 2022 tentang  Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)

Pelaksanaan kegiatan perkantoran/tempat kerja (Perkantoran Pemerintah/ Kementerian/ Lembaga/ Pemerintah Daerah, Perkantoran BUMN/BUMD/Swasta) dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 25 persen dan Work From Office (WFO) sebesar 75 persen (tujuh puluh lima persen).

Industri dapat beroperasi 100 persen (seratus persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat, namun apabila ditemukan klaster penyebaran Covid-19, maka industri bersangkutan ditutup selama 5 (lima) hari;

“Untuk pasar    tradisional,    pedagang    kaki    lima,    toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang  asongan, pasar loak, pasar burung/unggas, pasar basah, pasar batik, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker, mencuci tangan, hand sanitizer, yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah," tulis Inmendagri.