Lifestyle

PPKM Kembali Diperpanjang Hingga 1 Agustus

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) luar Jawa-Bali masih akan berlanjut hingga 1 Agustus 2022


PPKM Kembali Diperpanjang Hingga 1 Agustus
Warga berolahraga dengan latar belakang Monumen Nasional di Jakarta, Kamis (26/5/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) luar Jawa-Bali masih akan berlanjut hingga 1 Agustus 2022.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto usai rapat terbatas evaluasi PPKM di Istana Kepresidenan, Senin (4/6/2022).

"PPKM luar Jawa-Bali kembali diperpanjang 5 Juli hingga 1 Agustus 2022," ujar Airlangga.

baca juga:

Airlangga kemudian merinci kondisi PPKM di Indonesia. Saat ini 385 kabupaten kota luar Jawa-Bali masuk pada level 1 sementara satu kabupaten yakni Sorong akan melaksanakan PPKM level 2.

"Terdiri dari 385 kabupaten kota itu di level 1 dan hanya 1 di level 2 yaitu Kabupaten Sorong di Papua Barat," jelasnya. 

Dalam kesempatan berbeda, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal juga menegaskan bahwa PPKM Jawa-Bali juga diperpanjang mulai 5 Juli hingga 1 Agustus 2022. 

Airlangga tak lupa menegaskan bahwa pandemi Covid-19 masih belum berakhir, dan terjadi kenaikan yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.  Angka reproduksi efektif kasus secara nasional 1.614, Jawa Bali masih mewakili mayoritas (95 persen), yaitu 1579 kasus. Sedangkan luar Jawa Bali 35 kasus atau 4,07 persen.

"Kalau kita lihat dari kasus harian tertinggi di luar Jawa Bali adalah Kalimantan Selatan, dan Sumatera Utara, masing-masing 77 dan 67," katanya.

“Kita lihat beberapa negara dalam seven days moving average, Amerika Serikat kasusnya masih 116.304, kemudian Australia 32.116, India masih 16.065, Singapura 8.266, Malaysia 2.384, Thailand 2.278, dan Indonesia 1.939, ini secara moving average," kata Arilangga.

Adapun Kementerian Kesehatan mencatat, lebih dari 80 persen penularan Covid-19 di Indonesia merupakan kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, bahkan sudah 100 persen di Jakarta.

Namun kondisi Indonesia relatif jauh lebih baik karena pada saat yang sama, kasus Covid-19 secara umum juga mengalami pelandaian.

"Jadi biasanya itu puncak tercapai kalau dominasi satu varian sudah tinggi. Sekarang di Indonesia BA.4 BA.5 sudah lebih dari 80 persen dari varian yang kita genome sequencing. Bahkan untuk di DKI Jakarta sudah 100 persen itu adalah varian BA.4 dan BA 5," ujar Menteri Kesehatan Budi Sadikin.[]