News

PPKM DIY Turun Level: Obyek Wisata Dibuka, Kapasitas Maksimal 25 Persen

Pemda DIY memberikan kelonggaran bagi destinasi wisata untuk beroperasi secara terbatas usai status PPKM DIY turun ke level 2.


PPKM DIY Turun Level: Obyek Wisata Dibuka, Kapasitas Maksimal 25 Persen
Kawasan wisata Malioboro. (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO Status PPKM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai turun ke level 2. Pemda setempat memberikan kelonggaran bagi destinasi wisata untuk beroperasi secara terbatas dan menerima kunjungan maksimal 25 persen dari total kapasitas.

Ketentuan itu tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) DIY Nomor 31/INSTR/2021 tentang PPKM Level 2 Corona Virus Disease di DIY pada diktum kesembilan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Rahardjo mengatakan, hanya destinasi wisata yang telah dilengkapi kode QR untuk pemindaian aplikasi PeduliLindungi saja yang termasuk dalam kebijakan ini.

"Yang diizinkan uji coba yang sudah memiliki (kode QR) PeduliLindungi. Statusnya tetap uji coba ya," kata Singgih saat dihubungi, Selasa (19/10/2021).

Syarat prioritas lainnya, lanjut Singgih, adalah destinasi wisata telah memiliki sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE). Kemudian memakai aplikasi Visiting Jogja sebagai sistem reservasi yang terintegrasi ke PeduliLindungi.

"Karena Visiting Jogja sudah terintegrasi dengan PeduliLindungi, sehingga dengan aplikasi bisa melakukan 2 fungsi. Yaitu reservasi dan skrining QR code," sebutnya.

Hanya saja, untuk syarat kode QR PeduliLindungi, Singgih belum bisa memastikan berapa destinasi wisata yang telah memilikinya. Mengingat, pengajuannya ke Kemenparekraf oleh pengelola wisata dilakukan secara mandiri.

"Kalau 30 (destinasi wisata) lebih ya tapi," ucapnya.

Ia menegaskan, Dispar DIY akan melakukan inventarisasi untuk destinasi wisata yang telah memiliki kode QR PeduliLindungi dan diizinkan beroperasi secara terbatas. Lantaran, kini pemberian rekomendasi uji coba bukan lagi di ranah Kemenparekraf.

"Sekarang kewenangannya Pemda. Makanya kami akan inventarisasi dan data lagi," pungkasnya.[]