Ekonomi

PPKM Diperpanjang Momentum Genjot Vaksinasi, Agar Stok Tak Mubazir

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengajak semua pihak menjadikan masa PPKM level 4 hingga 2 Agustus mendatang.


PPKM Diperpanjang Momentum Genjot Vaksinasi, Agar Stok Tak Mubazir
Nakes memeriksa suhu tubuh dan detak jantung kepada warga yang mengikuti vaksinasi gratis di SD 01 Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat (23/7/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO  Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengajak semua pihak menjadikan masa pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 hingga 2 Agustus mendatang sebagai momentum untuk mengenjot program vaksinasi.

Ia yakin, jika saja semua elemen bangsa bergerak bersama, bekerja dengan segala daya dan upaya yang ada, maka target vaksinasi 2021 akan tercapai.

“Selain menjalankan protokol kesehatan secara ketat, program vaksinasi adalah senjata utama kita dalam perang melawan Covid-19. Karena itu, vaksinasi harus digenjot terus menerus hingga mencapai target herd immunity,” kata Rahmad melalui lansiran laman resmi DPR RI, Senin (26/7).

Semestinya, lanjut politisi Fraksi PDI Perjuangan ini, tidak ada lagi desa dan kecamatan di Indonesia yang tidak menyelenggarakan vaksinasi. TNI dan Polri yang punya perangkat hingga ke desa, termasuk bidan desa dilibatkan semua. Intinya, tidak ada hari tanpa vaksinasi.

Dikatakannya, angka vaksinasi masih kurang. Mengutip data terbaru dari satgas Covid-19, Minggu (25/7/2021) angka vaksinasi dosis pertama baru mencapai 21,35 persen. Adapun vaksinasi dosis baru mencapai 8,60 persen.

Angka itu menurutnya masih jauh untuk mencapai herd immunity yang mensyaratkan vaksinasi harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk. Pasalnya, kekebalan kelompok atau herd immunity memang harus dikejar untuk menghentikan Covid-19.

“Teori herd immunity ini terbukti manjur, terlihat saat Piala Eropa yang baru saja berlalu. Masyarakat penggila bola menonton idolanya di stadion bahkan tanpa masker. Kalaupun ada kasus, bisa dikatakan kecil dan langsung bisa teratasi,” kata Rahmad.

Ia berharap, persoalan distribusi vaksin tetap jadi perhatian dimasa PPKM level 4. Apalagi, vaksin ada masa kadaluarsanya sehingga stok yang ada harus segera diinjeksikan agar tak mubazir.

Menurut Rahmad, distribusi vaksin bisa diprioritaskan dari perhitungan proporsi masyarakat kota sesuai tingkat keparahan zona dan target 70 persen herd immunity. Misalnya, seperti di Kota Sorong, Papua Barat yang cakupan vaksinasinya per 8 Juli 2021 masih rendah (14,17 persen). Padahal kota ini masuk zona merah.