News

PPKM Darurat Jadi PPKM Level 4, YLKI: Membingungkan Masyarakat!

YLKI mengkritik perubahan terminologi pengendalian masyarakat dari PPKM Darurat menjadi PPKM level 4.


PPKM Darurat Jadi PPKM Level 4, YLKI: Membingungkan Masyarakat!
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) , Tulus Abadi. (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik perubahan terminologi pengendalian masyarakat dari PPKM Darurat menjadi PPKM level 4. Perubahan terminologi itu justru dianggap membingungkan masyarakat.

Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, seharusnya pemerintah konsisten dengan terminologi yang mudah dipahami masyarakat.

Dia menjelaskan, upaya perpanjangan PPKM Darurat oleh Presiden Joko Widodo secara fungsional bisa dipahami. Sebab, sampai saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia belum juga terkendali. 

"Bahkan kasusnya semakin tinggi. Tapi sayangnya pemerintah menggunakan terminologi yang silih berganti sehingga membingungkan masyarakat," katanya dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Dia mengatakan, perubahan terminologi itu justru kurang baik dari sisi komunikasi publik. Duhulu, masyarakat dikenalkan dengan istilah PSBB. Lalu, berikutnya muncul PPKM Mikro dan kemudian berubah lagi menjadi PPKM Darurat. 

Kemudian, sejak kemarin, Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali kembali mengubahnya menjadi PPKM level 4 sebagai ganti PPKM Darurat. 

"Saya kira ini menjadi hal yang kurang baik dari sisi komunikasi publik dan justru bisa menjadi kontraproduktif bagi upaya pemerintah dalam mengendalikan Covid-19 di Indonesia dengan PPKM Darurat tersebut," katanya. 

Selain itu, PPKM Darurat selama ini, terhitung sejak 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021, terbukti tidak cukup efektif untuk mengendalikan kasus Covid-19. 

PPKM Darurat ternyata baru bisa menekan mobilitas masyarakat maksimal 15 persen. Jauh dari harapan pemerintah saat PPKM Darurat mulai dilaksanakan.