News

PPDB DKI Sudah Ditutup, Sisa Kursi SD Hingga SMA 7.758, Kok Bisa?


PPDB DKI Sudah Ditutup, Sisa Kursi SD Hingga SMA 7.758, Kok Bisa?
Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas (SMA) 70 Bulungan, Jakarta, Senin (1/4/2019). Sebanyak 2.019.680 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) di seluruh Indonesia mengikuti UNBK yang diselenggarakan pada 1, 2, 4, dan 8 April 2019. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah resmi menutup Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021. Sisa kursi yang tersedia mencapai 7.758. Kok bisa ada sisa kursi?

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan sisa kursi tersebut tersedia terdapat di seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA.

Dari sisa kursi itu, kata Nahdiana jenjang Sekolah Dasar adalah yang terbanyak,dengan jumlah kursi kosong mencapai 6.666. 

“Kemudian untuk SMPN ada 622 kursi, SMAN ada 225 kursi dan SMKN ada 245 kursi,”kata Nahdiana dalam rapat bersama komisi E DPRD DKI Jakarta Rabu (14/7/2020).

Kursi kosong ini lanjut Nahdiana bakal dijadikan cadangan untuk menerima siswa mutasi pada akhir semester nanti. Untuk data lengkapnya mengenai sekolah mana saja yang masih punya siswa koutan ini Nahdiana mengaku bakal mengumumkannya diakhir semester.

“Nanti akan kami publish (umumkan kursi kosong) pada semester berikutnya,”pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi E DPRD DKI Jakarta memanggil Dinas Pendidikan untuk melakukan rapat evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI tahun ajaran 2020/2021 yang berpolemik karena ditentang sejumlah orang tua wali murid.

Rapat digelar di Gedung DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat Selasa (14/7/2020)

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria mengatakan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebelum membuka PPDB DKI tahun mereka memang kurang melakukan sosialisasi. Imbasnya kata Iman banyak orang tua wali yang salah kaprah dan berbuntut demonstrasi berhari-hari menentang kebijakan ini.

Untuk itu Iman meminta agar Dinas Pendidikan untuk berbenah dan mempersiapkan diri dengan lebih serius lagi agar di tahun-tahun ajaran baru berikutnya tak ada lagi gelombang protes dari orang tua wali murid yang kecewa imbas minimnya informasi dan sosialisasi.

“Nanti kedepannya harus  lebih banyak sosialisasi agar tidak ada paradigma salah. Seperti yang kemarin kan seolah-olah usia, usia, usia. Padahal kan tidak semua usia. Ada juga jalur prestasi kok, ada jalur akademis, non akademis, ada zona RW,”pintahnya.

Walau sempat melontarkan kritik namun secara keseluruhan kata dia kinerja Dinas Pendidikan DKI terutama dalam perekrutan siswa baru memang sudah bagus. Buktinya Dinas terkait masih mencari solusi baru yakni zona bina RW di penghujung pendaftaran PPDB untuk meloloskan siswa-siswa yang punya keinginan kuat masuk sekolah milik pemerintah.

“Sudah baik kinerja Dinas Pendidikan dan alhamdulillah saya rasa teman-teman dari masing-masing fraksi mengapresiasi. Bahkan yang tadinya memberikan perlawanan, di ujungnya memberikan apresiasi,”tukasnya.[]

Dedi Ermansyah

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu