Ekonomi

PPATK Endus Donasi Tak Langsung Tersalurkan, Musni: Dana Umat di Rekening ACT Jangan Diblokir!

PPATK Endus Donasi Tak Langsung Tersalurkan, Musni: Dana Umat di Rekening ACT Jangan Diblokir!
Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar (AKURAT.CO/Maidian Reviani)

AKURAT.CO, Baru-baru ini Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya indikasi dana yang dihimpun oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) tak langsung disalurkan. Pihaknya mengatakan dana tersebut diputar terlebih dahulu dalam bisnis tertentu.

“ Ada transaksi memang yang dilakukan secara massif, tetapi terkait dengan entitas yang dimiliki oleh si pengurus tadi. Jadi kita menduga ini merupakan transaksi yang dikelola business to business,” ucap Kepala PPATK Ivan Yutiavandana.

"Jadi tidak murni penerima menghimpun dana, kemudian disalurkan. Tetapi dikelola dulu di dalam bisnis tertentu dan di situ tentunya ada revenue, ada keuntungan," tambah Ivan.

baca juga:

Menanggapi permasalahan yang sedang terjadi di dalam ACT, Rektor Ibnu Khaldun yang juga Sosiolog Musni Umar pun turut berkomentar dalam sebuah cuitannya pada akun Twitter pribadinya @musniumar. Musni Umar mengaku dirinya tidak setuju dengan pemblokiran terhadap 60 rekening ACT. Ia beranggapan bahwa uang tersebut merupakan uang umat yang disumbangkan untuk mereka yang membutuhkan bantuan.

“Mohon maaf PPATK saya tidak setuju dana umat di 60 rekening ACT diblokir, itu bukan hasil korupsi tapi dana umat untuk bantu rakyat yang alami bencana. Dana umat yang dikelola ACT harus di audit oleh auditor independent untuk cegah fitnah yang belum tentu benar,” tulis Musni Umar, Rabu (6/7/2022).

Sekadar informasi, sebelumnya Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut ada 10 negara yang menjadi penyumbang dan tujuan penerimaan donasi terbesar dari Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Transaksi terjadi periode 2014-2022.

"Periode 2014-2022 terkait entitas ini PPATK melihat ada 10 negara paling besar terima dan keluar. PPATK melihat ada 2 ribu kali pemasukan dari entitas asing ke yayasan ini, angka di atas Rp64 miliar," ucap Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam keterangannya, Kamis (7/7/2022). 

Selain menerima transfer dana, Ivan menyebut ACT juga mentransfer uang sebanyak 450 kali ke luar negeri. Sehingga total ada 2450 kali transaksi keluar masuk ACT dari dan ke luar negeri. 

"Dana keluar ke entitas ke luar negeri jumlah lebih dari 450 kali angkanya Rp52 miliar," tutur Ivan Yustiavandana. 

"Jadi memang kegiatan-kegiatan dari entitas yayasan ini (ACT) ada terkait dengan aktivitas di luar negeri. Karena bantuan bisa di mana pun juga, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga membantu saudara-saudara kita yang kesulitan yang ada di luar negeri," ujar Ivan.[]