News

PPA Kejagung Amankan 26 Bidang Tanah Milik Bentjok di Kalsel

Kegiatan pemulihan aset ini dilakukan terhadap barang bukti perkara terpidana Benny Tjokrosaputro


PPA Kejagung Amankan 26 Bidang Tanah Milik Bentjok di Kalsel
Kepala PPA Elan Suherlan (Dok. Puspenkum)

AKURAT.CO, Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung melakukan pengamanan dan penilaian (appraisal) 26 bidang tanah atau bangunan yang dirampas dari Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro dalam perkara korupsi pengelolaan keuangan dan penempatan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (persero).

Appraisal atas 26 bidang tanah tersebut dilakukan PPA Kejagung bersama Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Tim Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Kejaksaan Negeri Banjar, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banjarmasin pada sejak Senin (18/10) lalu.

"Kegiatan pemulihan aset ini dilakukan terhadap barang bukti perkara terpidana Benny Tjokrosaputro sebagai bentuk pelaksanaan putusan Mahkamah Agung," kata Kepala PPA Elan Suherlan melalui keterangan tertulis, Kamis (21/10/2021).

Putusan MA tersebut adalah putusan Kasasi bernomor 2937 K/Pid.Sus/2021 tanggal 24 Agustus 2021 yang telah berkekuatan hukum tetap. Ke- 26 bidang tanah itu terdiri dari 17 sertifikat hak milik (SHM), 6 surat keterangan tanah, dan 3 surat penguasaan fisik yang seluruhnya seluas 406.616 meter persegi.

"Kegiatan yang dilakukan pihaknya dengan tim Kejati Kalsel, Kejari Banjarmasin, Kejari Kabupaten Banjar, KPKNL Banjarmasin, dan BPN Kabupaten Banjar adalah memverifikasi dokumen terkait," kata Elan.

Selain itu, dilakukan pula pemetaan satelit atas lahan yang disesuaikan dengan SHM maupun dokumen terkait tanah lainnya.

Kejaksaan kini telah memasang 26 tanda atau plang di sekitar tanah tersebut sebagai bentuk pengamanan serta informasi bagi warga sekitar.

"Dan tindakan pemulihan aset lainnya untuk mendapatkan data yang tepat dan akurat sehingga proses penilaian aset dapat segera dilakukan," kata Elan.

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan eksekusi barang rampasan perkara Jiwasraya yang merugikan keuangan negara Rp16,807 triliun itu memasuki proses lelang dan appraisal dari KPKNL.