News

PP Muhammadiyah Kecam Keras Tindakan Pembakaran Al-Quran di Norwegia


PP Muhammadiyah Kecam Keras Tindakan Pembakaran Al-Quran di Norwegia
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nasir, menolak rencana reuni Alumni 212, Jumat (24/11). (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Pengurus Pusat Muhammadiyah mengecam keras insiden pembakaran Alquran dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang terjadi di Swedia dan Norwegia, Sabtu (29/8/2020) lalu.

Aksi dilakukan oleh sekelompok orang yang menamai dirinya Stop Islamization of Norway (SIAN) saat menggelar aksi demonstrasi di Norwegia.

“Aksi demonstrasi anti-Islam di Norwegia yang berakhir ricuh itu menunjukkan sikap Islamofobia yang sangat buruk di era modern yang semestinya menjunjung tinggi perbedaan agama, ras, suku bangsa, dan golongan apa pun,” kata Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Twitter @HaedarNs, Selasa (1/9/2020).

Haedar mengungkapkan jika PP Muhammadiyah menghargai negara-negara Islam dan pihak lain yang menyampaikan protes atas tindakan anarki tersebut.

"Muhammadiyah menghargai negara-negara Islam dan pihak lain yang menyampaikan protes atas tindakan anarkis terahadap Islam tersebut sesuai proporsi dan protokol hubungan antarbangsa dan antarnegara yang menghargai hak asasi dan hak demokrasi umat beragama," ujarnya.

Kemudian, Haedar mengimbau kepada umat Islam khususnya di Indonesia agar tak terpancing dengan aksi pembakaran Alquran dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad yang terjadi di kedua negara itu.

"Bersamaan dengan itu Muhammadiyah mengimbau dan mengajak kepada mayarakat muslim di dunia Islam, khususnya di Indonesia agar tetap tenang dan dewasa dalam menyikapi peristiwa di Swedia dan Nurwegia itu secara damai, proporsional, dan elegan," katanya.

"Seraya menghindari reaksi berlebihan dan tindakan yang tidak mencerminkan karakter Islam yang menjunjungtinggi perdamaian dan nilai-nilai luhur kehidupan," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, kerusuhan terjadi pada Jumat (28/8) di Kota Malmo, Swedia Selatan, tempat sedikitnya 300 orang mengelar protes terhadap tindakan yang anti Islam. Massa melemparkan berbagai benda ke arah petugas polisi dan membakari ban mobil.

Sebelumnya pada hari itu, salinan Al Quran dibakar di Kota Malmo oleh beberapa ekstremis sayap kanan.

"Kami tidak bisa mengendalikan ini, tetapi kami berusaha secara aktif untuk mengambil kendali," kata polisi setempat.

"Kami melihat adanya keterkaitan antara apa yang terjadi sekarang dan apa yang terjadi sebelumnya hari ini," lanjutnya.[]