Tech

Potensi UU Penyiaran "Matikan" Youtuber, Ridwan Hanif: Paling Jadi Musuh Nasional


Potensi UU Penyiaran
Youtuber Ridwan Hanif saat wawancara eksklusif bersama Akurat.co di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (10/9/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Dua stasiun televisi di bawah MNC Group, RCTI dan iNewsTV mengajukan gugatan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Jika gugatan uji materi UU Penyiaran ini dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), siaran langsung berbasis internet di Instagram (IG Live) hingga YouTube bakal terancam. 

Bila gugatan dikabulkan MK, maka masyarakat tidak lagi bebas memanfaatkan fitur siaran dalam platform media sosial. Siaran hanya boleh dilakukan oleh lembaga penyiaran yang berizin.

Youtuber otomotif Ridwan Hanif Rahmadi turut memberikan komentarnya terkait gugatan tersebut. 

"Masalahnya apakah pemerintah bisa ngontrol? Ya kan ada banyak aplikasi yang bisa live, masa mau dimatiin satu-satu, ya gak mungkin. Artinya diblokir semua, paling jadi musuh nasional, artinya kan susah," katanya saat disambangi tim AKURAT.CO di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2020).

Kendati demikian, Ridwan yang kini memiliki 1,96 juta subscribers YouTube tak menampik bahwa UU Penyiaran sudah lama tidak diperbarui. Sedangkan perkembangan teknologi menurutnya sangat cepat.

Oleh sebah itu, gugatan RCTI dan iNewsTV menurutnya wajar di saat sekarang.

"UU itu mesti update sama teknologi. Kita gak tau nanti di depan ada teknologi apa lagi gitu kan. Makanya UU itu harus juga di-update sih menurut saya," pungkas Ridwan.

Azhar Ilyas

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu