Ekonomi

Potensi Piutang Negara Dibebaskan Lewat Program Keringanan Utang Tembus Rp1,17 Triliun

Potensi Piutang Negara Dibebaskan Lewat Program Keringanan Utang Tembus Rp1,17 Triliun
Ilustrasi Hutang

AKURAT.CO Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Lukman Efendi mengatakan potensi piutang negara yang dibebaskan melalui program keringanan utang mencapai Rp1,17 triliun.

Lukman menyatakan program keringanan utang dengan mekanisme crash program yang dilakukan melalui penetapan PMK Nomor 15/PMK.06/2021 tersebut akan diberikan kepada 36.283 debitur.

“Ini potensi, bukan target. Potensinya mencapai Rp1,17 triliun dari 36.283 debitur,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (26/2/2021). 

baca juga:

Program keringanan utang ditujukan untuk pelaku UMKM, debitur Kredit Pemilikan Rumah Sederhana/Rumah Sangat Sederhana (KPR RS/RSS), dan perorangan atau badan hukum/badan usaha yang memiliki utang pada instansi pemerintah.

Kemudian utang-utang tersebut pengurusannya telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) dan telah diterbitkan Surat Penerimaan Pengurusan Piutang Negara (SP3N) sampai 31 Desember 2020.

Lukman menyebutkan dari 36.283 debitur yang dapat mengikuti program ini sebanyak 1.749 debitur dengan potensi Rp42,4 miliar di antaranya masih aktif melakukan pembayaran. Sedangkan yang menjanjikan utangnya dengan benda tidak bergerak mencapai 5.110 debitur.

Sementara itu, pihak yang berhak mengikuti program ini adalah perorangan atau badan hukum/badan usaha yang menjalankan UMKM dengan pagu kredit paling banyak Rp5 miliar.

Selanjutnya, perorangan yang menerima KPR RS/RSS dengan pagu kredit paling banyak Rp100 juta serta perorangan atau badan hukum/badan usaha sampai dengan sisa kewajiban sebesar Rp1 miliar.

Ia menuturkan dengan adanya program keringanan utang melalui mekanisme crash program, maka para debitur tersebut diberikan keringanan utang atau moratorium tindakan hukum atas piutang negara.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu