Ekonomi

Potensi Pekerjaan dan Karier di Media Sosial

Digitalisasi telah melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru lewat lahirnya media digital dan social media seperti influencer.

Potensi Pekerjaan dan Karier di Media Sosial

AKURAT.CO Indonesia telah memasuki era transformasi digital di mana segala sesuatu dalam kehidupan sudah memanfaatkan Teknologi Informasi Komputer (TIK). Digitalisasi juga telah melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru lewat lahirnya media digital dan social media seperti influencer, YouTuber, hingga SEO specialist yang membutuhkan digital skills.

"Social media itu sebuah anugerah bagi kita yang bisa memanfaatkannya," kata Founder of Coffee Meets Stock, Billy Tanhadi, saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Kamis (7/7/2022).

Lebih jauh, Billy yang berkecimpung di media sosial lewat komunitas Coffee Meets Stock akhirnya memanfaatkan sarana ruang digital untuk berbagi ilmu soal investasi saham. Berawal dari kegemaran nongkrong di coffee shop untuk ngobrol tentang saham, akhirnya mereka membentuk komunitas untuk berbagi dan kini juga membuat konten edukasi di media sosial.

Selama 3 tahun komunitas Coffee Meets Stock telah memiliki 63 ribu pengikut. Tak hanya Instagram saja, komunitas akhirnya juga merambah ke media sosial TikTok, YouTube, kemudian program membership.

"Kami sudah mengedukasi lebih dari 50 ribu orang dan semenjak 2020 kami going online dan berkolaborasi dengan beberapa perusahaan entitas yang cukup kredibel seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) ada Kominfo juga, lalu ada universitas dan lain sebagainya," ungkap Billy.

Semua itu, kata Billy berawal dari konten-konten edukasi yang akhirnya hingga kini justru bisa menghasilkan dan berkembang. Hingga akhirnya Coffee Meets Stock membuat lini usaha baru, yakni konsultan media sosial @studioacronym, jasa membuat desain yang fokusnya UMKM. Saat ini selama setahun, @studioacronym telah menangani belasan akun media sosial. Di mana mereka membayar per bulan untuk jasa pengelolaan media sosialnya.

Diketahui pengguna internet dari tahun ke tahun terus meningkat dan kini menyentuh angka 204,7 juta yang setara dengan 73,7% dari populasi penduduk Indonesia. Saat ini masyarakat sudah masuk ke era transformasi digital yang membawa peluang. Di mana ruang digital dapat membawa nilai kebaikan bagi masyarakat jika memanfaatkannya secara positif.

Adapun respons dari perkembangan perkembangan Teknologi Informasi Komputer (TIK), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital, yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya antara lain Enterpreneur dan Founder of Coffee Meets Billy Tanhadi. Serta RTIK Kabupaten Blitar, Wahyu Dwi Prasto, dan mengundang Key Opinion Leader seorang Public Figure, Enno Lerian. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi