Tech

Potensi Industri e-Sports di Indonesia: Jadi Hiburan Alternatif hingga Lahirkan Berbagai Profesi

Meski tertinggal, industri e-Sports di Indonesia akan terus tumbuh.


Potensi Industri e-Sports di Indonesia: Jadi Hiburan Alternatif hingga Lahirkan Berbagai Profesi
Ilustrasi para pemain e-Sports. (AKURAT.CO/Yusuf Tirtayasa)

AKURAT.CO Perkembangan industri e-Sports di Indonesia memiliki potensi besar. Hal ini ditunjukkan dari data lembaga riset Newzoo pada tahun 2020.

Berdasarkan data tersebut, Indonesia meraup sebesar 1,74 miliiar dolar AS atau sekitar 25 triliun. Di mana 68% revenue global berasal dari Asia dan Indonesia sendiri menjadi negara terbesar di Kawasan Asia Tenggara untuk mobile gamers. 

Bahkan Indonesia eSports Association (IESPA) memperkirakan bahwa industri kreatif khususnya e-Sports Indonesia akan terus tumbuh lebih dari 30% sampai akhir tahun 2021. Tidak hanya itu, CEO Langit7.id Muhammad Ali menyebut bahwa industri e-Sports juga berpotensi besar untuk ikut mendorong perekonomian di Indonesia. 

baca juga:

Dalam acara webinar dan talkshow bertajuk "Membidik Industri e-Sports di Indonesia", Ali juga menyampaikan harapannya agar Industri e-Sports Indonesia bukan sekadar target market semata. Namun, bangsa Indonesia yang mayoritas muslim juga bisa berperan aktif dalam industri e-Sports dunia. Di mana Indonesia harus bisa menciptakan para atlet e-Sports profesional. 

"Ini sudah terbukti dari kompetisi e-Sports dunia. Putra-putri Indonesia juga kerap jadi juara. Tidak kalah penting juga dapat menumbuhkan ekosistem industri e-Sports dengan menciptakan kreator-kreator gim yang bisa memberikan pengaruh kepada dunia," ungkap Ali, Selasa (30/11/2021).

Di sini lain, meskipun industri e-Sports di tanah air tengah berkembang dan diprediksi terus tumbuh, tapi jika dibandingkan dengan negara-negara di luar negeri e-Sports di Indonesia masih tertinggal. 

"Industri e-Sports di Indonesia ini berkembang, tetapi sebenarnya jika dibandingkan dengan negara lain, seperti China, Korea, Amerika, dan negara-negara di Eropa, Indonesia tertinggal 4 sampai 5 tahun kebelakang," ujar Andrian Pauline selaku CEO RRQ. 

Andrian Pauline juga menjelaskan, walaupun Indonesia masih tertinggal, tetapi ke depannya industri e-Sports akan terus berkembang dan menjadi alternatif hiburan untuk beberapa tahun ke depan. Meski di luar negeri sendiri e-Sports sudah menjadi hiburan yang umum. 

Dalam kesempatan yang sama, Audrey FF sebagai perempuan yang berpengalaman di industri e-Sports, mengatakan bahwa industri ini pun akan bisa membuka peluang profesi lainnya tidak hanya sebagai pro player. Misalnya, menjadi influenser, streamer, konten kreator game, organisasi e-Sports, pengembang game, hingga pencipta berbagai perangkat untuk pendukung para gamers.