News

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya Positif COVID-19

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya Positif COVID-19
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019) (AKURAT.CO/Muslimin)

AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya melalui media sosial pribadi nyatakan dirinya terpapar Covid-19.

Ia dinyatakan positif, setelah melakukan tes polymerase chain reaction (PCR).

"Akhirnya kena juga. Setelah puluhan kali lakukan PCR, saya dinyatakan positif Covid-19," kata dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @yunartowijaya pada Rabu (7/7/2021).

baca juga:

Padahal, aktivitasnya keluar rumah sudah jauh sekali menurun dibanding tahun lalu.

"Sekarang yang bisa saya lakukan hanya "Lawan Covid!" Tapi buat tuips yang belum positif, percaya deh "Hindari" lebih baik dibanding "Lawan"," kata dia.

Cuitannya ini mengundang banyaknya netizen yang mendoakan Yunarto. "Cepat pulih ya, Hibur diri optimis semua baik-baik saja. GBU," tulis @Ririe59647423.

"Sementara jangan main twitter dulu om, bisa turunkan immunitas. Baca buku-buku ringan, sering minum air panas, makan yang banyak," ujar @mahboebah.

"Jangan stres, tetap semangat meningkatkan imun ko, semoga cepat sembuh. Saya baru hari ini dinyatakan sehat dan aman. Setelah isoman 14 hari. Negatif," kata @Putra_Pmks.

Sebagai pengingat, kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah. Tercatat pada 6 Juli 2021 bertambah 31.189 kasus. Sehingga, akumulasi positif Covid-19 di Tanah Air saat ini sebanyak 2.345.018 kasus.

Mengutip data yang dipublikasikan oleh Kemenkes, Jakarta, Selasa (6/7/2021), lagi-lagi, penambahan kasus secara harian pada hari ini kembali menjadi memecahkan rekor yang tertinggi selama pandemi Covid-19 berlangsung. Seperti diketahui, sebelumnya pada hari Senin (5/7/2021), tercatat sebanyak 29.745 kasus dalam sehari.

Adapun kasus mereka yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat 15.863 orang. Sehingga total sebanyak 1.958.553 orang sembuh, terhitung sejak Maret 2020.

Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah sebanyak 728 orang.[]