News

Pos Penyekatan PPKM Darurat Sepanjang Idul Adha Tersebar Mulai Lampung hingga Bali

Kepala Korlantas Mabes Polri IrjenPol Istiono menyebutkan, pihaknya telah membangun 1.065 titik penyekatan PPKM Darurat sekaligus pengamanan Idul Adha di wilayah Lampung, Jawa, dan Bali.


Pos Penyekatan PPKM Darurat Sepanjang Idul Adha Tersebar Mulai Lampung hingga Bali
Dokumen. Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan melakukan penyekatan pengendara yang akan menuju Jalan Pangeran Antasari di Jalan TB Simatupang, Jakarta, Minggu (11/7/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Kepala Korlantas Mabes Polri IrjenPol Istiono menyebutkan, pihaknya telah membangun 1.065 titik penyekatan PPKM Darurat sekaligus pengamanan Idul Adha di wilayah Lampung, Jawa, dan Bali.

Dari 1.065 titik tersebut, 85 lokasi penyekatan ada dalam tol, 6 lokasi di pelabuhan dan 974 lokasi di jalur reguler atau non tol. 

Pihaknya memastikan, pengetatan perjalanan dikecualikan bagi kendaraan pengangkut logistik yang notabene akkan tetap diizinkan melintas dan dapat beroperasi. 

“Titik-titik penyekatan ini kita buat kemudian kita lakukan pembatasan penyekatan selektif, yang bisa jalan hanya sektor esensial dan kritikal. Jadi persyaratan perjalanan tetap kita pedomani, SE Satgas, dan SE Menhub,” ujar Istiono dalam keterangannya, Kamis (15/7/2021). 

Sebelumnya diberitakan, Dirjen Perhubungan Darat, Kemenhub Budi Setiyadi dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, bagi pelaku perjalanan rutin dengan moda transportasi darat, sungai, danau, dan penyeberangan dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan hanya untuk sektor esensial dan kritikal. 

Para pelaku perjalanan juga harus dilengkapi dengan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat serta surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik.

“Khusus untuk pengemudi ojek online, kami telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, STRP nya nanti akan dibuat kolektif oleh para aplikator langsung ke Kadishub,” jelas Dirjen Budi.

Sementara itu bagi pelaku perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun umum diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR berlaku maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan yang berlaku untuk perjalanan di Pulau Jawa dan Bali.

Seperti diketahui kebijakan PPKM darurat di Jawa dan Bali akan berakhir pada tanggal 20 Juli 2021. Hari itu bertepatan dengan penyelenggaraan hari raya Idul Adha.

Penyekatan dilakukan untuk mencegah orang bepergian memanfaatkan waktu libur yang ada. Diharapkan masyarakat dapat mematuhi aturan ini demi mencegah penularan Covid-19 di tanah air.[]