News

Orangtua Sudah Ikhlas, Polri Tetap Tindaklanjuti Kasus Meninggalnya Anak Buya Arrazy

Mabes Polri akan berkoordinasi dengan Polda Jatim.


Orangtua Sudah Ikhlas, Polri Tetap Tindaklanjuti Kasus Meninggalnya Anak Buya Arrazy
Buya Arrazy (wikipedia.org)

AKURAT.CO, Polri akan tetap menindaklanjuti kasus kelalaian yang menyebabkan anak kedua penceramah asal Sumatera Barat Ustadz Buya Arrazy yang masih balita berinisial HSW (3 tahun) meninggal dunia meski kedua orang tua korban telah mengikhlaskan. 

"Jadi untuk kasusnya anggota tersebut dilakukan pemeriksaan oleh propam. Dan tentunya akan ditindak tegas," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Kamis (23/6/2022). 

Gatot mengatakan kini Propam tengah melakukan pemeriksaan. Lebih lanjut, Gatot mengatakan dalam kasus ini, Mabes Polri akan berkoordinasi dengan Polda Jatim.

baca juga:

"Ia tentunya pasti akan koordinasi," lanjut Gatot. 

Kendati demikian, Gatot belum menjelaskan secara detail terkait kasus ini. 

Sebelumnya, HSW tak sengaja tertembak senjata api milik pengawal ayahnya yang dimainkan oleh kakaknya H(5) pada Rabu (22/6/2022) di Desa Palang, Kecamatan Palang, Tuban. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor Tuban Ajun Komisaris Polisi M Ganantha mengatakan kejadian itu terjadi saat pengawal Buya Arrazy sedang melaksanakan sholat Dzuhur. 

Saat itu, pengawal Buya menyimpan senjata apinya di dalam tas dan ditaruh di tempat yang dirasa aman. 

"[Tertembak] Senpi dinas [Polri]," katanya dia kepada wartawan, Kamis (23/6/2022). 

Namun tak disangka, tas milik anggota itu dibuka oleh H (5), anak Buya yang pertama.

H mengeluarkan senpi tersebut dari dalam tas dan kemudian dijadikan mainan. Kemudian, terjadilah musibah itu. 

"Korban putranya (Buya Arrazy) yang kecil umur tiga tahun. yang menyalahgunakan senpi, putranya umur lima tahun, sama-sama cowoknya," ujar AKP Ganantha. 

Ganantha mengatakan pihaknya sempat menemui kedua orangtua korban untuk menyelidiki insiden tersebut.

Namun, kedua orang tua meminta penyelidikan untuk dihentikan. 

"Karena orangtua sudah mengikhlaskan, tidak menuntut siapa pun dalam kejadian tersebut, jadi sudah case closed," kata Ganantha. []