News

Polri Pastikan Tindak Tegas Muhammad Kece, Edaran Restoratif Justice Kapolri Tidak Berlaku

Sebab perkara Muhammad Kece berpotensi memecah belah dan mengandung unsur SARA 


Polri Pastikan Tindak Tegas Muhammad Kece, Edaran Restoratif Justice Kapolri Tidak Berlaku
Muhammad Kece. [Foto: Youtube] ()

AKURAT.CO, Polri menegaskan tidak akan menggunakan pendekatan restoratif justice (keadilan restoratif) dalam penanganan perkara dugaan penistaan agama yang dilakukan Muhammad Kece.

Penegasan itu disampaikan meskipun polisi menjerat pria bernama asli Muhammad Kosman itu dengan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE).

Restorative justice dipahami sebagai pendekatan yang bertujuan untuk membangun sistem peradilan pidana yang peka dengan masalah korban. 

Pentingnya pendekatan restorative justice dalam penyelesaian perkara ditekankan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sebelumnya Sigit mengeluarkan Surat Edaran Kapolri nomor: SE/2/11/2021, dimana isi surat salah satunya meminta penyidik Polri mengedepankan restorative justice dalam perkara-perkara terkait UU ITE.

Dalam kasus tersangka Muhammad Kece, penyidik memang menjerat yang bersangkutan dengan Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 A Ayat 2 UU ITE, ancaman pidana 6 tahun penjara.

Namun, perkara yang dilakukan Muhammad Kece merupakan hal yang dikecualikan dalam SE Kapolri sehingga Polri akan memproses perkaranya dengan tegas.

Alasannya, perkara Muhammad Kece berpotensi memecah belah dan mengandung unsur SARA. 

"Apabila ada tindakan-tindakan yang mengganggu kebhinekaan, mengganggu situasi kamtibmas, memecah belah pihak, tentu Polri akan tegas termasuk apa yang dilakukan tersangka MK," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam keterangannya, Minggu (29/8/2021).