Olahraga

Polri: Liga 1 Masih Dievaluasi Badan Intelijen dan Keamanan

Kelanjutan Liga 1 Indonesia di akhir bulan ini dan awal Februari masih menunggu izin dari pihak kepolisian.


Polri: Liga 1 Masih Dievaluasi Badan Intelijen dan Keamanan
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono terkait penetapan tersangka baru dalam kasus kebakaran gedung utama Kejagung

AKURAT.CO, Kepolisian Republik Indonesia saat ini belum bisa memastikan kelanjutan Liga 1 Indonesia. Lanjut tidaknya kompetisi kasta tertinggi tanah air itu akan menunggu hasil evaluasi dari Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam).

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Prabowo Argo Yuwono ,mengatakan bahwa saat ini Baintelkam Polri sedang melakukan proses evaluasi untuk memastikan berlanjut tidaknya Liga 1 Indonesia.

"Masih dalam proses evaluasi oleh Baintelkam (Badan Intelijen dan Keamanan)," kata Argo dalam pesan singkat kepada wartawan Akurat, Jumat (8/1).

baca juga:

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia (LIB) saat ini sedang berupaya agar Liga 1 Indonesia berlanjut pada akhir Januari dan awal Februari 2021. Meski demikian, izin keramaian belum dikeluarkan oleh kepolisian.

Seperti diketahui, PSSI dan LIB sudah tiga kali berkirim surat ke Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri). Pengiriman pertama dilakukan saat meminta izin kelanjutan Liga 1 pada bulan Oktober 2020 lalu.

Setelah tidak mendapat izin di awal Oktober, PSSI dan LIB lantas memohon izin keramaian dikeluarkan untuk kelanjutan Liga 1 pada November. Namun, kompetisi kembali batal digelar karena izin tidak dikeluarkan oleh kepolisian.

PSSI dan LIB kemudian melayangkan surat berikutnya untuk izin melanjutkan kompetisi pada akhir bulan ini dan awal bulan depan. Meski demikian, nasib Liga 1 Indonesia tetap belum jelas karena izin keramaian dari kepolisian belum ada.

"Surat resmi kepada pihak kepolisian telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Kini semua berpulang kepada kepolisian. Apapun keputusan kepolisian, PSSI tunduk dan patuh," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Rabu (6/1) lalu.

Ketidakjelasan kompetisi Liga 1 Indonesia membuat beberapa kontestas harus membubarkan tim. Salah satu klub yang telah membubarkan tim adalah Persipura Jayapura karena permasalahan finansial.

Pembubaran tersebut dilakukan setelah Bank Papua selaku sponsor tim berjuluk Mutiara Hitam itu tidak mau membayar sisa kontrak bernilai lima miliar rupiah. Langkah yang diambil ini pun mengejutkan sepak bola tanah air.

Selain Persipura, klub peserta Liga 2 dua PSMS Medan juga telah mengambil langkah serupa usai melakukan rapat dengan presiden klub, Rabu (6/1). PSMS bahkan mendesak agar PSSI dan LIB membatalkan kompetisi tahun ini.[]

Cosmas Kopong Beda

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first