News

Polri Temukan Rp8 Miliar dari Yayasan ACT, Rp3 Miliar Sudah Diblokir

Polri Temukan Rp8 Miliar dari Yayasan ACT, Rp3 Miliar Sudah Diblokir
Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menjalani pemeriksaan lanjutan kasus penyelewengan dana umat di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/7/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Bareskrim Polri mengamankan uang dengan total sebesar Rp8 Miliar dari rekening yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Saat ini, Polri berhasil memblokir sebesar Rp3 Miliar. 

"Data terbaru penyidik berhasil mengamankan pemblokiran sejumlah dana yang tersisa sebesar Rp3 miliar di beberapa rekening yayasan ACT," ujar Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah dalam konferensi persnya, Selasa (2/8/2022).

Selain itu, Polri juga menemukan uang sebesar Rp5 Miliar di rekening ACT. Nantinya, dana itu juga bakal dilakukan pemblokiran.

baca juga:

"Selain itu ditemukan dana sebesar Rp 5 miliar yang juga akan dilakukan pemblokiran," katanya. 

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan pendiri ACT Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar kasus dugaan penyimpangan dana donasi oleh Yayasan ACT. Selain itu, Bareskrim Polri juga menetapkan Ketua Dewan Pembina ACT, Novardi Imam Akbari; dan Senior Vice President Operational Global Islamic Philantrophy, Hariyana Hermain sebagai tersangka dalam kasus ini.

Atas perbuatannya, keempat tersangka itu dikenakan pasal 45 a ayat 1 juncto Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang 11 Tahun 2008 tentang ITE. Kemudian Pasal 70 ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 5 Undang-Undang 16 Tahun 2001 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, lalu Pasal 3, 4, 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, dan Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. []