News

Polri dan KPK Diminta Tidak Lupakan Kasus RJ Lino




Polri dan KPK Diminta Tidak Lupakan Kasus RJ Lino
Mantan Dirut Pelindo II RJ Lino usai menjalani pemeriksaan di KPK beberapa waktu lalu (Foto: Okezone.com)

Jakarta, Pernyataan Kapolri di depan massa Demo 212 bahwa hanya Polri yang bisa menjadikan Ahok sebagai tersangka, sementara KPK gagal, patut menjadi instrospeksi dan evaluasi lembaga anti rasuah itu khususnya, dan lembaga penegakan hukum umumnya. Sehingga penegakan hukum maupun pemberantasan korupsi bisa berjalan cepat, efisien, efektif dan tidak bertele-tele.

Indonesia Police Watch (IPW) berharap, dengan adanya pernyataan Kapolri itu, hendaknya Polri dan KPK harus sama-sama melihat, kasus apa saja yang masih menjadi "utang" kedua institusi itu kepada publik, agar bisa segera dituntaskan, dan jangan saling merasa hebat sendiri-sendiri.

Dalam catatan IPW, baik Polri maupun KPK masih sama-sama punya "utang" penyelesaian kasus RJ Lino kepada publik. Dengan adanya pernyataan Kapolri itu, publik patut bertanya, setelah kasus Ahok, apa kabar kasus dugaan korupsi yang melibatkan RJ Lino.

"Apakah kasus ini akan diteruskan atau hendak "ditenggelamkan". Kenapa sudah hampir setahun kasus mantan Dirut Pelindo II itu tak ada tanda tanda akan dituntaskan," kata Ketua Presedium IPW Neta S Pane, Selasa (6/12).

Lino dituduh terlibat dua kasus korupsi. Di Polri, diperiksa dalam kasus pembelian 10 mobil crane. Di KPK, Lino ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan Quay Container Crane (QCC) yang diduga merugikan negara Rp 47 miliar. Lino diperiksa Bareskrim Polri terakhir pada 24 Februari 2016. Meski sudah menerima hasil audit investigasi pembelian 10 mobil crane dari BPK, yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp37, 9 miliar, Polri belum juga menetapkan Lino sebagai tersangka.

Di KPK, walau sudah dijadikan tersangka tidak ada tanda-tanda Lino akan ditahan atau kasusnya akan ke pengadilan. Lino ditetapkan KPK sebagai tersangka pada 18 Desember 2015 dan terakhir kali diperiksa pada 5 Februari 2016. Setelah itu tidak ada kabar beritanya.[]


Super Admin

https://akurat.co

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum
Follow Me:

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu