News

Polri Bantah Bakal Tangkap Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani

Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani mengaku mengalami percobaan penangkapan pada Senin.


Polri Bantah Bakal Tangkap Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani
Irjen Pol Argo Yuwono (Akurat.co/Aji Nurmansyah)

AKURAT.CO, Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani mengaku mengalami percobaan penangkapan pada Senin, 19 Oktober 2020, pukul 19.15 WIB.

Pada saat itu, datang Tim Bareskrim kurang lebih sebanyak 25 orang menyerbu dan memasuki semua ruangan kantor lawyer Ahmad Yani, di Jalan Matraman Raya No. 64. 

"Semua orang di ruangan kantor itu, termasuk para tukang yang sedang rehab kantor tersebut, diminta dan diperiksa handphone (HP)-nya masing-masing," kata Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani dalam keterangannya, Selasa (20/10/2020).

Menanggapi itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono membenarkan bahwa anggota Bareskrim mendatangi kediaman Ahmad Yani terkait pengembangan kasus sejumlah aktivis KAMI yang sudah ditetapkan tersangka seperti Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana.  

"Benar bahwa ada anggota dari Reserse Bareskrim Polri datang ke rumah Pak Yani. Kita melakukan penyelidikan berkaitan dengan adanya anarkis tanggal 8," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/10/2020). 

Namun, Argo membantah kalau anggota Bareskrim datang untuk menangkap Ahmad Yani. Menurut dia, penyidik hanya mengobrol-ngobrol terkait pemanggilan sebagai saksi untuk memberikan keterangan. 

"Nggak ada (penangkapan Ahmad Yani). Kita baru datang dengan komunikasi ngobrol-ngobrol aja. Jadi ngobrol-ngobrol yang bersangkutan bersedia sendiri untuk hari ini hadir ke Bareskrim," tuturnya. 

"Jadi yang bersangkutan akan memberi keterangan hari ini, sekarang sedang kami tunggu," sambungnya.

Sebelumnya Ahmad Yani mengaku telah disodorkan surat penangkapan oleh anggota Bareskrim. Tetapi ditolak oleh Ahmad Yani, dan ditanyakan atas dasar apa dirinya ditangkap, kasus apa dan pasal-pasal mana yang dituduhkan. 

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu