News

Polres Cianjur Usul Kawasan Puncak Pass Ditutup Selama PPKM Darurat

Polres Cianjur berharap Pemkab Bogor menutup kawasan Puncak Pass selama PPKM Darurat


Polres Cianjur Usul Kawasan Puncak Pass Ditutup Selama PPKM Darurat
Aparat Polri melakukan penjagaan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/12/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Polres Cianjur, Jawa Barat, mengusulkan ke pemerintah kabupaten setempat agar melakukan penutupan sejumlah jalan protokol selama pemberlakuan PPKM darurat, mulai 3 hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Pihaknya juga akan mendirikan tiga posko di setiap zona yang ditutup, salah satunya di kawasan Puncak Pass.

"Kami telah mengusulkan ke Pemkab Cianjur terkait dengan penutupan jalan tersebut sebagai upaya mencegah terjadinya kerumunan di sepanjang jalur protokol dan nasional selama PPKM darurat," ujar Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai di Cianjur, Jumat (2/7/2021).

Ia menyebutkan penutupan 13 jalan protokol dan dua jalur nasional merupakan jalur yang terdapat di tengah kota dan pintu masuk menuju daerah ini, seperti Tugu Lampu Gentur-by pass Cianjur, selama 4 jam setiap harinya.

"Setiap harinya penutupan hanya berlaku saat jam sibuk pagi dan sore masing-masing selama 2 jam. Kami akan memberlakukan penutupan yang terbagi dalam tiga zona atau ring," imbuhnya.

Adapun kawasan yang termasuk Ring 1 meliputi Jalan Mangunsarkoro, Jalan Siti Jenab, Jalan Yulius Usman, Jalan Dewi Sartika, dan Jalan Amalia Rubini. Jalan tersebut, kata dia, terdapat di dalam kota yang setiap harinya masih terlihat kerumunan.

Ring 2 meliputi Jalan H.O.S. Tjokroaminoto, Jalan Barisan Banteng Atas, Jalan K.H. Sa'ban, Jalan Moch Toha, Jalan Ibu Atikah-Kelurahan Solokpandan, dan Jalan Suroso.

Ring 3 mencakup perbatasan Puncak-Bogor dan Bundaran Tugu Lampu Gentur yang merupakan pintu masuk Ibu Kota Kabupaten Cianjur.

Di sejumlah titik tersebut, kata Kapolres, setiap harinya terjadi kemacetan dan menjadi pusat keramaian di daerah ini.

Untuk penjagaan, lanjut dia, akan dibentuk tiga pos, setiap pos akan dijaga 50 petugas gabungan, termasuk TNI, Raider 300, dan satpol PP.

"Keberadaan petugas di pos tersebut untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan kebocoran warga yang melintas selama penutupan," imbuhnya.

Setiap akhir pekan, pihaknya tetap meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan di setiap perbatasan Kabupaten Cianjur dengan daerah lain sebagai upaya meminimalisasi masuknya pendatang tanpa surat keterangan bebas COVID-19 antigen ke Cianjur.

Demi mencegah penularan Covid-19, masyarakat diimbau untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh berbagai benda di tempat umum yang berpotensi disentuh banyak orang. 

Bila menggunakan masker secara benar sudah dilakukan dan mencuci tangan sudah rutin dilakukan, upaya lain yang harus digalakkan adalah menjaga jarak. Menjaga jarak ini juga cukup efektif untuk pencegahan penularan Covid-19.

Meski paling efektif mencegah penularan Virus Corona (Covid-19), aktivitas menjaga jarak kerap kali sulit dilakukan. Misalnya di transportasi umum karena keterbatasan ruang. Untuk itu, jaga jarak juga mesti dibekali dengan pakai masker agar efektif.

Tak hanya itu saja, sebisa mungkin masyarakat harus menghindari kerumunan yang berpotensi mempersempit ruang jaga jarak dengan orang lain yang tidak dikenal. 

Makanya, segala macam kegiatan yang bisa mengumpulkan orang dilarang selama pandemi Virus Corona (Covid-19) saat ini.

Secara umum, 3M adalah benteng utama bagi setiap orang untuk menghindarkan diri dari paparan Virus Corona, terlepas dari kondisi tubuh orang bersangkutan. 

Apalagi, imunitas seseorang berbeda-beda. Namun jika bentengnya kuat, pertahanan melawan virus ini bisa maksimal. Protokol 3M harus dilaksanakan secara masing-masing oleh semua orang tanpa terkecuali dalam kehidupan sehari-hari.[]