News

Politisi PKPI Luruskan Pernyataan Ahmad Dhani Soal Pancasila Bisa Diubah Parlemen


Politisi PKPI Luruskan Pernyataan Ahmad Dhani Soal Pancasila Bisa Diubah Parlemen
Ahmad Dhani saat menghadiri gala premiere film berjudul Dignitate di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/1) (AKURAT.CO/Agussalim)

AKURAT.CO, Politisi PKPI Teddy Gusnaidi menanggapi pernyataan  musisi Ahmad Dhani yang menyebut Pancasila bisa diubah oleh parlemen.

Teddy menjawab melalui akun Youtubenya dan menjelaskan bahwa Pancasila tidak dapat diubah bahkan oleh Undang-Undang 1945.

"Jadi, begini mas Dhani, Pancasila itu tidak bisa diubah oleh parlemen. Yang mengatakan Pancasila itu bisa diubah oleh parlemen, ini keliru. Sangat-sangat keliru pernyataan ini. Pernyataan ini harus saya luruskan walaupun keluar dari mulut seorang musisi yang sangat saya idolakan karya-karyanya," kata Teddy yang dikutip pernyataannya pada Sabtu (11/7/2020).

Teddy mengatakan mustahil mengubah Pancasila. Sebab, Pancasila melahirkan UUD 1945, sementara parlemen membuat Undang-Undang.

"Parlemen itu kan membuat UU. Ini yang jadi lucu ya. Bagaimana ceritanya UU bisa mengubah Pancasila? Sedangkan UUD 1945 pun tidak bisa mengubah Pancasila, Jadi, ini terlalu jauh ya," katanya.

Lebih lanjut, Teddy mengaku haru mengklarifikasi hal tersebut karena Ahmad Dhani memiliki banyak penggemar dan khawatir akan ada banyak orang yang terjerumus dengan pemahaman itu.

"Beliau memiliki banyak pengikut, banyak orang yang bisa mendengar pernyataan dia dan mungkin bisa mengamini pernyataan itu jika memang tidak memiliki kemampuan menelaah atau memfilter omongan-omongan dari seorang pujaannya," katanya.

"Jangan sampai pemikiran ini bahwa Pancasila bisa diubah akhirnya dibawa oleh para public figure lainnya dan disosialisasikan kepada masyarkat. ini harus diklarifikasi," sambungnya.

bermula saat Ahmad Dhani tidak percaya organisasi transnasional pengusung sistem khilafah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dapat menggeser Pancasila dari dasar negara. Pasalnya, kata simpatisan Partai Gerindra ini, HTI berada di luar lembaga negara pemegang kebijakan politik.

"Bagaimana caranya HTI mengganti Pancasila? Mereka tidak ada di parlemen. Yang bisa merubah Pancasila yang ada di DPR RI. Jadi kalau HTI (dianggap) ingin merubah Pancasila ya itu utopia, tidak akan pernah terjadi," kata pria yang akrab disapa Ahmad Dhani ini ketika berbicara dalam podcast Deddy Corbuzer, Kamis (9/7/2020).

Sementara, wacana Pancasila kembali menyedot perhatian publik, bukan karena HTI tapi DPR menginisiasi Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Sebagian masyarakat dan sejumlah ormas Islam seperti Muhammadiyah menolak RUU HIP. Sementara Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) Fraksi Partai NasDem Willy Aditya mengatakan RUU HIP tidak bisa langsung dikeluarkan dari Prolegnas prioritas 2020.

Ia mengatakan, DPR telah mengirimkan surat dan RUU HIP ke Istana. DPR menanti surat presiden dan mengatakan nasib pembahasan RUU HIP kini berada di tangan pemerintah. []

Ainurrahman

https://akurat.co