News

Anggota DPR Dorong Satgas RT/RW Jadi Garda Pengendali Covid-19

Kolaborasi Satgas Covid-19 dengan warga dan tokoh masyarakat secara optimal akan menjadikan pengendalian Covid-19 lebih efektif.


Anggota DPR Dorong Satgas RT/RW Jadi Garda Pengendali Covid-19
Warga beraktivitas di luar ruang tanpa mengenakan masker di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Senin (25/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta Satgas Covid-19 di tingkat RT dan RW berkolaborasi dengan warga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di lingkungannya.

Hal itu bertujuan agar membumikan protokol kesehatan dalam pengendalian penyebaran Covid-19 dan memberikan pendampingan terhadap pelaku isolasi mandiri (isoman) bisa lebih efektif dan optimal.

“Satgas di tingkat RT-RW harus jadi motor pengendalian Covid-19, karena itu Satgas harus dioptimalkan," tegas Rahmad melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (30/7/2021).

"Caranya, ya dengan melibatkan semua elemen masyarakat yang ada di lingkungan tersebut, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama. Perlu disadari, pengendalian Covid-19 bisa efektif jika dilakukan secara gotong royong,” imbuhnya.

Mengingat masih tingginya angka kematian pasien isoman, politikus PDI Perjuangan itu meyakini bila warga di tingkat RT dan RW dapat bekerja sama menjaga lingkungannya dari ancaman Covid-19, maka angka kematian pasien isoman bisa ditekan.

“Warga yang terjangkit Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumah tentu butuh dukungan dari orang-orang dekat di lingkungannya. Nah, kalau warga kompak memberi bantuan, dukungan serta pendampingan, yakin risiko kematian akan menurun," kata Rahmad.

Menurut Rahmad, pendampingan terhadap pasien isoman memang tak mudah, karena masih banyak masalah yang ditemukan di lapangan. Kondisi psikis pasien isoman yang berada dalam kecemasan mungkin akan jadi pribadi tertutup karena merasa Covid-19 adalah aib. 

"Fakta dilapangan, sampai saat ini masih ada sebagian masyarakat yang menganggap Covid-19 itu adalah aib. Termasuk ada juga yang tidak percaya covid, mereka tidak peduli dan masih tetap berkeliaran meski sudah terpapar corona. Nah, dalam kondisi seperti ini harus ada gerakan bersama semua elemen masyarakat," ujarnya.

Rahmad menekankan bahwa kata kunci keberhasilan pengendalian Covid-19 dan pendampingan terhadap pasien isoman adalah komunikasi. Dalam proses komunikasi ini, peran aktif tokoh masyarakat pada akhirnya akan menjadikan pengendalian Covid-19 lebih optimal.

“Sekarang penularan virus corona ada di perkampungan, bahkan sudah di perumahan, di rumah tangga. Karena itu tak ada pilihan lagi, Satgas Covid-19 di tingkat RT-RW harus dioptimalkan,” pungkasnya.[]