News

Politisi NasDem Sebut Posisi Indonesia Masih Jauh dari Kebangkrutan Seperti Sri Lanka

Politisi NasDem Sebut Posisi Indonesia Masih Jauh dari Kebangkrutan Seperti Sri Lanka
Politisi Partai Nasional Demokrat Martin Manurung (AKURAT.CO/Damai Mandrofa)

AKURAT.CO, Ketua Bidang Hubungan Internasional Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Martin Manurung menyebut jika saat ini perekonomian dunia sedang bermasalah. 

Menurutnya, tidak sedikit negara yang terancam bangkrut akibat tingginya angka inflasi. Tapi, ia menyebut bahwa Indonesia masih aman.

"Semua negara memang lagi banyak masalah. Bahkan, dalam sejarah, banyak terjadi negara gagal. Kita (Indonesia) belum, kita masih tertata dengan baik dan bagus," ungkap Martin Manurung dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/7/2022).

baca juga:

Wakil Ketua Komisi VI DPR itu menyebut negara yang baru mengalami kebangkrutan adalah Sri Lanka. Hal itu dapat terjadi lantaran gagal membayar utang luar negeri senilai 51 miliar dolar AS (Rp 764,79 triliun). 

Adapun, kata dia, Sri Lanka juga kehabisan stok Dolar, sehingga tidak mampu membiayai impor barang-barang pokok termasuk BBM, akibatnya berbagai harga mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, Martin menegaskan jika posisi Indonesia tidak akan seperti Sri Lanka karena sistem perekonomian Indonesia masih cukup baik untuk mengantisipasi berbagai gejolak ekonomi global.

 "Indonesia masih bagus, masih jauh (dari kebangkrutan)," tegas Martin.

Agar Indonesia tetap kokoh menghadapi situasi yang serba sulit, jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengajak kepada seluruh pihak agar menjaga bangsa dengan menunjukkan sikap yang taat pajak serta kondusifitas keamanan dalam negeri. 

"Kita harus sama-sama saling jaga, jangan mau di adu domba. Jangan mau ribut sesama kita sendiri karena akan berdampak buruk," ujar dia. 

Politisi kelahiran 31 Mei 1978 ini mencontohkan Sri Lanka yang mengalami kebangkrutan karena rakyatnya sudah tidak percaya dengan pemimpinnya. Akibatnya, rakyat bergejolak dan menurunkan pemerintahan.  

"Supaya kita tidak seperti Sri Lanka, kita harus tenang, jangan mudah terprovokasi dan juga kita harus jaga negara kita ini," tandas Martin.

Sebagai data, lembaga kajian ekonomi, Visual Capitalist melakukan survei mengenai situasi perekonomian berbagai negara. Hasilnya, ada 25 negara di dunia terancam mengalami kebangkrutan. 

Adapun 25 negara yang terancam kebangkrutan versi Visual Capitalist yakni El Salvador, Ghana, Tunisia, Pakistan, Mesir, Kenya, Argentina, Ukraina, Bahrain, Namibia, Brasil, Angola, Senegal, Rwanda, Afrika Selatan, Costa Rika.

Negara selanjutnya adalah Gabon, Moroko, Ekuador, Turki, Republik Dominika, Ethiopia, Colombia, Nigeria dan Meksiko. []