News

Politisi Gerindra Wanti-wanti Ridwan Kamil: Jangan Melulu Pencitraan Demi Pilpres 2024

Ihsanudin meminta Gubernur Ridwan Kamil fokus menyelesaikan berbagai persoalan krusial ketimbang pencitraan demi pencalonan di Pilpres 2024.


Politisi Gerindra Wanti-wanti Ridwan Kamil: Jangan Melulu Pencitraan Demi Pilpres 2024
Deretan potret Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga (Instagram/ridwankamil)

AKURAT.CO, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat Ihsanudin meminta Gubernur Ridwan Kamil fokus menyelesaikan berbagai persoalan krusial ketimbang pencitraan demi pencalonan di Pilpres 2024.

"Selesaikan PR krusial di Jabar bukan melulu seremonial dan pencitraan demi pencalonan capres/cawapres 2024 nanti," kata Ihsanudin, Selasa (19/10/2021).

Ihsanudin mengatakan, Fraksi Gerindra DPRD Jabar sudah sering mengingatkan Pemprov Jabar bahwa saat ini paling tidak ada 5 persoalan krusial yang dihadapi Jabar.

Ihsanudin menyebut, merujuk pokok pembangunan sebagaimana disampaikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bahwa Jabar masih dihadapkan pada sejumlah persoalan. Pertama, masih tingginya tingkat kemiskinan, pengangguran dan masalah sosial serta keamanan.

“Kemiskinan ekstrem di Jabar angkanya masih tinggi dan saat ini menjadi isu nasional yang harus segera diselesaikan,” ungkapnya.

Ihsanudin menjelaskan, saat ini masih rendahnya kualitas sumber daya manusia atau SDM. “Ini bisa dilihat dari angka penyerapan tenaga kerja di kawasan-kawasan industri di Jawa Barat. Kan ironis industri ada di Jabar, tapi SDM dikuasai orang luar,” jelasnya.

Tak hanya itu, Ihsanudin menyoroti masih belum optimalnya pemerataan pembangunan infrastruktur. Mestinya, lanjut dia, menyelesaikan fasilitas jalan dan sejenisnya bukan dipakai untuk membangun proyek infrastruktur pencitraan semacam alun-alun.

“Di sini Pemprov harus benar-benar membangun infrastruktur Jabar yang sesuai dengan kebutuhan hajat hidup rakyat Jabar, jangan salah prioritas," tuturnya.

Ihsanudin mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jabar mengalami pelambatan karena pandemi Covid-19. Tentu saja hal ini dialami oleh semua daerah di Indonesia. Namun Jabar, harus berada paling di depan untuk melakukan recovery ekonomi, terutama fokus pada pemberdayaan UKMK.

“Meningkatnya kerusakan dan pencemaran lingkungan menjadi tantangan Jabar. Pemprov harus benar-benar berpihak pada pelestarian lingkungan dari kerusakan ulah perusahaan-perusahaan nakal. Seperti persoalan tambang yang terjadi di beberapa wilayah, contohnya di Karawang Selatan dan pencemaran lingkungan di Sungai Cilamaya,” tukasnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Jabar News Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Jabar News. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Jabar News.