News

Politisi Gerindra: Mustahil Anies Kubur Program Normalisasi Sungai Warisan Jokowi-Ahok

Syarif menilai program normalisasi sungai yang diwariskan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok bagus.


Politisi Gerindra: Mustahil Anies Kubur Program Normalisasi Sungai Warisan Jokowi-Ahok
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Syarif (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Gerindra Syarif menyebut mustahil Gubernur Anies Baswedan tidak meneruskan program pengendalian banjir yang diwariskan gubernur pendahulunya.

Syarif menilai program normalisasi sungai yang diwariskan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok bagus.

"Naif lah kalau Gubernur (Anies Baswedan) mengubur program yang bagus dari gubernur yang lama. Enggak gitu juga," kata Syarif ketika dihubungi AKURAT.CO, Jumat (12/2/2021).

Pernyataan itu disampaikan Syarif untuk menyoroti Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana yang mengatakan Gubernur Anies Baswedan menghapus program normalisasi sungai dalam draf perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jakarta 2017-2022. Padahal, program tersebut masih tertera dalam RPJMD, tepatnya di halaman 44 Bab IV.

Masih kata Syarif, program normalisasi sungai digarap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan dukungan Pemerintah Pusat. Di sisi lain, Anies tetap mempertahankan gagasannya dalam pengendalian banjir dengan menerapkan program naturalisasi sungai dan membangun sumur resapan, serta gencarkan pengerukan lumpur.

"Strategi Pak Anies itu melengkapi yang sudah ada, memperbaharui yang belum ada. Kebaruan Pak Anies kan ada (naturalisasi)," tuturnya.

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, gubernur baru pasti memiliki program-program andalan sebagaimana yang digaungkan dalam kampanyenya. Namun, program baru yang digagas tidak serta merta untuk menggantikan program lama. Kata dia, program lama yang dinilai bagus dan berdampak langsung terhadap masyarakat akan dipertahankan atau disempurnakan.

"Tidak mungkinlah Gubernur (Anies Baswedan) menjalankan semua unsur kebaruan semua, enggak mungkin, juga mengikuti yang lama semua," imbuhnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengaku program pengendalian banjir dari gubernur terdahulu sangat baik dan pihaknya akan meneruskannya.