News

Politisi Demokrat: Pemerintah Sejak Awal Ambigu dalam Menangani COVID-19

Pemerintah harus fokus kepada penanganan kesehatan dan ekonomi secara bersamaan


Politisi Demokrat: Pemerintah Sejak Awal Ambigu dalam Menangani COVID-19
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Lucy Kurniasari (Istimewa)

AKURAT.CO, Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari menilai Pemerintah ambigu dalam menangani lonjakan kasus COVID-19. Menurutnya, Pemerintah selalu coba mencari keseimbangan penanganan COVID-19 dari sisi kesehatan dan ekonomi.

"Pemerintah memang sudah sejak awal ambigu dalam mengatasi Covid-19. Kebijakannya tidak pernah fokus pada penanganan kesehatan," kata Lucy sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO, Rabu (23/6/2021).

"Belum lagi masalah tidak padunya pengambilan kebijakan di pusat dan pusat dengan daerah. Akibatnya, sesama aparat pemerintah saling berpolemik, sementara masalah COVID-19 menjadi terbaikan," sambungnya.

Untuk itu Lucy menyarankan, upaya mengatasi penyebaran COVID-19, pemerintah harus fokus kepada penanganan kesehatan. Seperti anjuran WHO agar Indonesia memperketat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut Lucy, bila PSBB dilaksanakan, maka pemerintah minimal harus menyediakan sembako bagi rakyatnya. Setidaknya sembago itu diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu.

"Hal itu harus dilakukan pemerintah, karena pembukaan UUD 1945 mengamanatkan demikian.  Negara harus melindungi segenap tumpah darah Indonesia," tegas Partai Demokrat itu.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyikapi perihal pilihan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Dia menjelaskan, alasan di balik pilihan PPKM mikro dan bukan opsi lockdown yang diambil.

"Kenapa pemerintah memutuskan PPKM mikro? Pemerintah melihat bahwa kebijakan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini untuk mengendalikan COVID-19 karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat," melalui YouTube Setpres, Rabu (23/6/2021).

"Saya sampaikan bahwa PPKM mikro dan lockdown memiliki esensi yang sama, yaitu membatasi kegiatan masyarakat. Untuk itu, tidak perlu dipertentangkan," sambungnya.

Terlebih itu, Jokowi meminta kepada Gubernur hingga wali kota diperintahkannya untuk mempertajam penerapan PPKM mikro. Dia meyakini masyarakat agar tidak ragu-ragu menjalani vaksinasi, soalnya tidak ada agama yang melarang vaksinasi.

"Vaksin merupakan upaya terbaik yang tersedia saat ini. Kita harus mencapai kekebalan komunitas untuk mengatasi pandemi. Maka, sebelum itu tercapai, kita harus tetap berdisiplin dan menjaga diri, terutama memakai masker," ujarnya.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co