News

Politisi Demokrat: Kicauan Annisa Pohan Soal Polemik Jalur Sepeda Tidak Sentil Siapapun

Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan sempat mempertanyakan usulan pembongkaran jalur sepeda di Jakarta.


Politisi Demokrat: Kicauan Annisa Pohan Soal Polemik Jalur Sepeda Tidak Sentil Siapapun
Annisa Pohan (INSTAGRAM.COM/annisayudhoyono )

AKURAT.CO, Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan sempat mempertanyakan usulan pembongkaran jalur sepeda di Jakarta.

Rupanya sentilan Annsisa dipelintir sejumlah pihak. Di mana Annisa  seolah dihadapkan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Padahal dalam kicauannya, Annisa tidak menyebut siapapun.

Menyoroti itu, Jubir Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menilai, wajar Annisa mempertanyakan usulan pembongkaran jalur sepeda di Jakarta, mengingat istri AHY itu gemar bersepeda. Selain Annisa, banyak penggemar bersepeda lainnya yang juga protes. 

"Tapi tidak ada menyentil siapapun. Lagipula konteks pernyataan Kapolri adalah hendak mengkaji dan mengevalusi, serta mencari formulasi yang pas untuk para pengguna sepeda, termasuk dengan melakukan studi banding keluar negeri. Tidak ada kata bongkar,” ujarnya Herzaky Mahendra kepada pewarta, Jumat (18/6/2021).

Herzaky menambahkan, sebagai Ketua Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), Kapolri pasti akan mencari jalan keluar yang bijaksana, mengingat animo yang tinggi dari masyarakat untuk bersepeda. 

"Saya kira ini bagus untuk perkembangan olahraga sepeda dikemudian hari, dan sejalan dengan tren gaya hidup sehat di berbagai negara,” imbuhnya

Diketahui, Isu pembongkaran jalur sepeda di jalan-jalan utama Ibu Kota mengemuka setelah dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kapolri (16/6), Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni dari Fraksi Partai Nasdem meminta Kapolri membongkar jalur sepeda yang dibangun Pemda DKI dengan alasan menciptakan diskriminasi antar pengguna sepeda yang berbeda. 

"Mohon kiranya Pak Kapolri dengan jajarannya, terutama ada Korlantas di sini, untuk menyikapi jalur permanen dikaji ulang, bila perlu dibongkar dan semua pelaku jalan bisa menggunakan jalan tersebut. Bilamana ada risiko ditanggung masing-masing di jalan yang ada di Sudirman-Thamrin,” ujar Sahroni. 

Usulan pembongkaran sepeda oleh politisi Nasdem ini mengundang kritik dari para pemangku kepentingan transportasi.

Djoko Setijowarno dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menolak usulan ini dan berpendapat,  "Dengan jalur sepeda yang terlindungi, akan menjamin keselamatan pesepeda,” ujarnya.

Sementara itu, pakar transportasi Darmaningtyas mengungkapkan selama ini pesepeda dan pejalan kaki di Jakarta terpinggirkan sebagai pengguna jalan. 

"Jakarta memerlukan jalur sepeda kalau mau menuju ke kota layak huni. Yang harus dikurangi untuk kota Jakarta adalah jalur kendaraan bermotor pribadi baik roda dua maupun roda empat," kata Darmaningtyas.[]

  

Arief Munandar

https://akurat.co