News

Politisi Demokrat Ini Menaruh Hormat ke Megawati Soekarnoputri, Ada Apa Ya?

Politisi Demokrat Ini Menaruh Hormat ke Megawati Soekarnoputri, Ada Apa Ya?
Mantan Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri saat hadir dalam acara Gerakan Jaga Bhumi di Rumah Yayasan Kebun Raya Indonesia, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (24/5). (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Benny K Harman mengungkapkan, ada pihak yang berupaya menjegal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju sebagai capres dalam Pemilu 2024 mendatang. 

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief mengatakan bahwa dirinya menaruh rasa hormat kepada Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. 

Hal itu dikarenakan Megawati tidak menjegal langkah siapapun untuk maju sebagai capres pada pemilu berikutnya. 

baca juga:

"Saat Ibu Megawati menjadi Presiden, tidak pernah menjegal siapapun menjadi capres/cawapres, membebaskan terbentuk koalisi," kata Andi Arief dikutip dari akun twitter pribadinya @Andiarief_, dikutip Sabtu (17/9/2022). 

Bahkan, kata dia, langkah yang dilakukan oleh Ketua Umum PDI-Perjuangan (PDIP) itu sama dengan apa yang dilakukan oleh Ketua Umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semasa menjabat sebagai Presiden ke-6 RI. 

"Sama seperti jaman SBY Presiden. Kami menaruh hormat pada Ibu Megawati," tukas dia. 

Sebelumnya, Politisi Demokrat Benny K Harman mengungkap ada pihak yang berusaha menjegal langkah Anies Baswedan maju calon presiden (capres) di Pemilu 2024.

Benny menyebut sosok yang menjegal Anies seperti Genderuwo.

"Saya hanya dengar saja, ada genderuwo. Genderuwo ini adalah suara yang tidak jelas asal usulnya, yang tidak menghendaki Pak Anies menjadi calon presiden," kata Benny. 

Benny mengatakan orang yang menjegal Anies memiliki kekuatan tidak terlihat atau invisible power dan mampu melakukan apa saja termasuk menjegal Anies dengan upaya penindakan hukum yang diada-adakan.

"Bisa macam-macam (tindakannya), pasti targetnya seperti itu," ujar Anggota Komisi III DPR itu.

Benny menguatkan pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyinggung kekuatan tertentu menjegal Demokrat di Pilpres 2024. Hal itu disampaikan AHY dalam pidatonya saat membuka Rapimnas.

"Ada invisible power yang mengganggu yang tidak ingin ada koalisi di luar yang dikehendaki penguasa. Gitu kan, sudah jelas ada kan," tutur Benny.[]