News

Politisi Demokrat: Hoax, Masalah Pinjol Sampai Kebocoran Data Muncul Akibat Digitalisasi

Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengatakan, perkembangan teknologi menciptakan perubahan aktivitas pelajar di Indonesia.


Politisi Demokrat: Hoax, Masalah Pinjol Sampai Kebocoran Data Muncul Akibat Digitalisasi
Ilustrasi - Hoax (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Demokrat Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengatakan, perkembangan teknologi menciptakan perubahan aktivitas pelajar di Indonesia. Dia mengatakan, sekarang banyak pelajar yang sudah menggunakan gadget atau smartphone.

Rizki mengatakan, perubahan tersebut memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah para generasi muda dapat memanfaatkan sebaik-baiknya peluang yang tercipta akibat pembaruan teknologi.

"Jika dilihat beberapa tahun terakhir banyak sekali mudarat atau masalah yang berkembang terkait dengan adanya digitalisasi, seperti berita hoax, masalah dalam pinjaman online, masalah dalam bocornya data pribadi," imbuh Rizki Aulia Rahman Natakusumah menjelaskan dampak negatif perkembangan teknologi.

Terkait kebocoran data pribadi, pemerintah memliki peran penting untuk mengurangi risikonya  dengan menghadirkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki talenta dalam cyber security.

Pernyataan itu disampaikan Rizky dalam diskusi webinar bertajuk "Persepsi Akademisi sebagai Parameter Perlindungan Data Pribadi" yang diselenggarakan di Jakarta, pada Sabtu (4/9/2021).

Selain Rizky, webinar dihadiri Prof. Dr. Henri Subiakto, Drs. SH. MA selaku Guru Besar Universitas Airlangga dan Dr. Phil. Aditya Perdana selaku Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik FISIP Universitas Indonesia.

Henri mengungkapkan bahwa serangan siber di Indonesia mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. 

"Pusat operasi keamanan siber nasional BSSN mencatat adanya tren tersebut. Sebagai contoh, yakni kasus percobaan pencurian data sepanjang periode Januari hingga Agustus ditahun 2020, terdapat 190 juta serangan siber dan 36.771 akun data yang tercuri di sejumlah sektor, termasuk sektor keuangan," tutur Henri.

Sementara Aditya Perdana membagikan tips dan triks agar bisa menjaga keamanan data pribadi. Pertama, mengamankan akun dengan cara mengganti kata sandi secara rutin. Kedua, jangan menggunakan kartu debit atau kredit secara langsung atau dapat gunakan dompet digital.

Kemudian "aktifkan verifikasi dua langkah, jangan menggunakan WiFi publik, dapat pasang Antivirus yang terupdate, bertransaksi atau memberikan data pribadi hanya pada platform terpercaya, dan terakhir jangan share kode OTP yang didapatkan kepada siapapun," tukasnya.[]