News

Politik Identitas Tidak Bisa Dihilangkan di Indonesia, Anies-Ganjar Bukan Solusi

Politik identitas tak akan bisa dihilangkan dalam perpolitikan di Indonesia    


Politik Identitas Tidak Bisa Dihilangkan di Indonesia, Anies-Ganjar Bukan Solusi
Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio (Dok. AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Usulan menduetkan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 untuk menghentikan polarisasi politik identitas akibat Pilpres 2019 bukan solusi. Sebab politik identitas tak akan bisa dihilangkan dalam perpolitikan di Indonesia.    

"Politik identitas ini mencair bukan ditentukan bila Anies-Ganjar ini jadi," kata pengamat politik yang juga pendiri Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio kepada AKURAT.CO, Selasa (28/6/2022). 

Hendri mengatakan bahwa untuk menghentikan polarisasi politik identitas sebetulnya bisa dilakukan oleh calon presiden dan parpol pengusungnya. Para Capres dan parpol pengusung harus bisa menjaga relawan pendukungnya tidak melakukan reward and punishment dalam politik idenditas. 

baca juga:

"Politik identitas tidak akan bisa hilang di Indonesia. Politik identitas itu kekuatannya, kebhinekaan," kata akademisi yang akrab disapa Hensat.

Para Capres dan Parpol pengusunglah yang menjadi kunci agar politik identitas ini tidak menjadi alat pembelahan di masyarakat.

"Yang tidak boleh itu reward and punishment. 'Kalau ada tidak pilih x maka Anda masuk neraka. Kalau Anda pilih X maka Anda masuk surga," kata Hensat.

Diketahui, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menggulirkan wacana duet Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo untuk menghentikan polarisasi akibat Pemilu 2019.

Sebab, Partai NasDem beranggapan Anies mewakili kubu agamis dan Ganjar merepresentasikan kalangan nasionalis sehingga keduanya perlu disatukan. []