Entertainment

Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan Rio Reifan Terkait Kasus Narkoba, Ini Faktanya

Rio Reifan sudah empat kali ditangkap atas kasus narkoba, sebelumnya pada 2015, 2017, dan 2019 lalu.


Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan Rio Reifan Terkait Kasus Narkoba, Ini Faktanya
Rio Reifan (Instagram/rioreifan)

AKURAT.CO, Berawal dari laporan masyarakat, tim dari Polres Metro Jakarta Pusat akhirnya menangkap aktor Rio Reifan atas kasus penyalahgunaan narkotika. Rio dibekuk di kediamannya, Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (19/4) lalu.

Polisi melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti sabu seberat 0,21 gram yang disimpan dalam tas. Tidak lama kemudian, datang ojek online yang mengantar paket milik Rio Reifan.

"Saat tim melakukan penggeledahan ditemukan barang bukti sabu 0.21 gram. Penyidik masih di rumahnya tiba-tiba datang Ojol yang antar pesanan di rumah RR, ada kotak hitam pesanan SH (teman Rio Reifan)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (21/4).

"Dalam kotak dibuka rapi sekali bungkusannya. Pertama kotak sabun lalu dibuka lagi ada sabu-sabu 1 gram netto. Jadi sudah dipesan oleh yang bersangkutan," lanjutnya.

Rio Reifan dan SH membeli sabu tersebut kepada seorang DPO (daftar pencarian orang) berinisial F, yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Sementara terkait motif kembali terjerat dengan obat-obatan terlarang itu, Rio mengaku ada permasalahan keluarga sehingga membutuhkan sabu untuk menenangkan diri. Selain itu, Rio merasa juga ketergantungan terhadap narkoba.

"Awalnya, motif masalah keluarga itu pengakuannya dan juga merasa ada ketergantungan menggunakan barang haram itu," jelas Yusri Yunus

Sebagaimana diketahui, Rio Reifan sudah empat kali ditangkap atas kasus narkoba. Sebelumnya, Rio pernah ditangkap pada 2015, 2017, dan 2019 lalu.

Kini Rio Reifan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi tahanan Polres Metro Jakarta Pusat. Perbuatannya itu disangkakan dengan pasal 112 subsider 114 dan 127 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sementara untuk hukumannya, mantan istri Henny Mona itu terancam penjara yakni minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun.[]