News

Polisi Umumkan Tersangka Bom Taksi Liverpool, Pencari Suaka dari Timur Tengah yang Pindah Agama

Emad Al Swealmeen tewas akibat ledakan bom rakitan di bagian belakang taksi di depan Rumah Sakit Wanita Liverpool pada Minggu (14/11).


Polisi Umumkan Tersangka Bom Taksi Liverpool, Pencari Suaka dari Timur Tengah yang Pindah Agama
Emad Al Swealmeen pindah agama dari Islam ke Kristen pada 2017. (Foto: BBC) ()

AKURAT.CO Empat pria yang ditangkap dengan pasal terorisme usai ledakan bom di depan Rumah Sakit Wanita Liverpool, Inggris, pada Minggu (14/11) telah dibebaskan tanpa tuduhan.

Dilansir dari BBC, polisi mengumumkan bahwa pria yang tewas dalam kejadian itu bernama Emad Al Swealmeen. Tersangka 32 tahun itu merupakan seorang pencari suaka yang masuk agama Kristen pada tahun 2017. Nyawanya melayang ketika bom rakitan di bagian belakang taksi meledak menjelang jam 11 siang waktu setempat.

Polisi pun menemukan bukti penting alamat kontrakannya. Dalam pembaruan informasi pada Senin (15/11) malam, Kepala Polisi Antiterorisme North West, Russ Jackson, menyatakan kalau properti di Rutland Avenue dekat Sefton Park menjadi pusat penyelidikan. Alamat ini merupakan lokasi Al Swealmeen dijemput taksi yang kemudian mengantarnya ke rumah sakit bersalin.

Sang sopir taksi, David Perry, berhasil keluar dari mobilnya yang terbakar. Ia juga tak lagi dirawat di rumah sakit.

"Kami berhasil membuat kemajuan signifikan sejak Minggu (14/11) dan semakin memahami bagian-bagian komponen perangkat, cara mendapatkannya, dan bagaimana kemungkinan komponen itu dirakit," ungkap Jackson.

Namun, ia mengatakan butuh waktu berminggu-minggu untuk menetapkan bagaimana insiden itu direncanakan dan dipersiapkan.

Empat pria pun diringkus di daerah Kensington, Liverpool. Tiga di antaranya yang berusia 21, 26, dan 29 tahun ditahan pada Minggu (14/11). Sementara itu, 1 orang lainnya yang berusia 20 tahun ditahan pada Senin (15/11).

"Setelah interogasi dengan orang-orang yang ditangkap, kami puas dengan keterangan yang mereka berikan dan mereka telah dibebaskan dari tahanan polisi," sambung Jackson.

Di sisi lain, Menteri Keamanan Damian Hinds tak ingin menutup kemungkinan adanya jaringan.

"Selalu ada kemungkinan tautan lebih lanjut yang dapat dideteksi. Masyarakat terkadang mengiranya pelaku tunggal, padahal jarang ada yang benar-benar sendirian karena mereka berbicara dengan orang lain dan seterusnya. Kita harus memberikan waktu dan ruang bagi polisi untuk melakukan penyelidikan mereka," komentar Hinds.

Suami istri setempat, Elizabeth dan Malcolm Hitchcott, mengakui kalau Al Swealmeen tinggal sebentar bersama di rumah mereka setelah pria itu pindah agama Kristen. Menurut keterangan Malcolm, ia merupakan pencari suaka dari Timur Tengah yang secara resmi masuk Kristen dari agama Islam dalam upacara di Katedral Anglikan Liverpool. Gereja tersebut terletak tak jauh dari Rumah Sakit Wanita Liverpool, lokasi ledakan.

Menurut Malcolm, bertahun-tahun sebelum ledakan, Al Swealmeen telah terjerat Undang-Undang Kesehatan Mental selama sekitar 6 bulan karena perilakunya dengan pisau.

Elizabeth pun mengaku sangat kaget sekaligus sedih dengan kejadian pada Minggu (14/11).

"Kami hanya menyayanginya, ia pria yang baik," ujarnya.

Ungkapan keprihatinan juga disampaikan oleh Uskup Liverpool Paul Bayes. Ia mengerti bagaimana sakit hatinya keluarga Hitchcott.

"Begitu banyak orang dari semua agama yang berbeda mencoba menjangkau atas nama kebaikan bersama, mencoba membuat diri mereka terbuka untuk cinta. Namun, ketika itu malah dimanfaatkan, atau ketika terjadi hal-hal yang sulit dimengerti, itu benar-benar mengguncangmu," tuturnya.

Alamat lain di Sutcliffe Street yang diyakini petugas pernah jadi tempat tinggal Al Swealmeen sebelumnya juga ikut diselidiki.

Baca juga: Ledakan Mobil di RS Liverpool Guncang Hari Pahlawan Inggris, 3 Orang Dijerat Pasal Terorisme

Tingkat ancaman teror Inggris dinaikkan dari 'penting' menjadi 'parah' pada Senin (15/11). Artinya, sangat mungkin terjadi serangan. Pasalnya, ledakan di Liverpool ini merupakan insiden kedua dalam 1 bulan setelah kematian anggota parlemen Konservatif Sir David Amess.[]