News

Polisi Tipu Guru Divonis 1,5 Tahun Penjara

Kuasa hukum bilang ada beberapa kejanggalan sehingga akan melakukan banding


Polisi Tipu Guru Divonis 1,5 Tahun Penjara
Istri Aipda Guntur Siringo-ringo menangis histeris usai mendengar putusan majelis hakim (Foto: Istimewa)

AKURAT.CO - Majelis hakim Pengadilan Negeri Rantauprapat menjatuhkan putusan 1 tahun 6 bulan penjara kepada Guntur Siringo-ringo. Majelis hakim menilai anggota Polri berpangkat Aipda itu terbukti melakukan tindak pidana penipuan.

"Menyatakan terdakwa Guntur Siringo-ringo tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dalam dakwaan tunggal," demikian petikan putusan majelis seperti dikutip dari Sistem Aplikasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Rantauprapat, Rabu (1/12/2021).

Agenda sidang pembacaan vonis dilaksanakan majelis hakim pada Jumat pekan lalu di Ruang Cakra PN Rantauprapat. Sidang dipimpin hakim Arie Ferdian didampingi Hendrik Tarigan dan Khairu Rizki sebagai hakim anggota. Hukuman yang dijatuhkan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut Aipda Guntur dengan hukuman pidana 3 tahun penjara.

baca juga:

Kasus ini bermula saat Aipda Guntur meminjam uang kepada seorang guru bernama Erna br Sinabang sebesar Rp180 juta pada 25 Juni 2015. Oknum polisi yang bertugas di Polres Labuhanbatu itu meminjam uang tersebut untuk biaya kepindahan kakak iparnya dari Kalimantan.

Sebagai jaminan ia menyerahkan dua surat tanah. Merasa yakin atas perkataan dan jaminan Guntur, korban yang berprofesi sebagai guru di salah satu SMK di Labuhanbatu itu pun akhirnya memberikan pinjaman tersebut.

Setelah beberapa bulan, korban menagih. Namun terdakwa meminta diberi waktu seraya berjanji akan segera melunasi utangnya.

Dalam surat dakwaan juga disebutkan korban berupaya menagih uangnya tersebut kepada kakak ipar terdakwa. Hal itu dilakukan saat mengetahui kakak ipar terdakwa sudah pindah ke Kabupaten Labuhanbatu.

Namun kakaknya tersebut menjawab sudah membayarkan uang tersebut kepada istri terdakwa. Mendengar ini, korban kembali mendatangi terdakwa. Setelah ditagih berulangkali dan selalu tidak menemukan solusi, korban pun akhirnya memberi keputusan kepada Guntur, agar segera membayarnya pada Juli 2016. Ternyata Guntur kembali mengingkari janjinya.

Merasa Guntur tidak kooperatif, korban kemudian memeriksa surat tanah yang diberikan Guntur kepadanya. Hasilnya, surat tanah tersebut ternyata palsu.

Atas penipuan tersebut, korban melapor ke Polres Labuhanbatu. Setelah melalui penyelidikan, polisi pun akhirnya menetapkan Guntur sebagai tersangka dan di vonis hakim 1 tahun 6 bulan penjara.

Sesaat dibacakan putusan oleh hakim, istri terdakwa, Hilda, anak dan keluarga histeris tidak terima dengan putusan tersebut.

"Karna kekuasaan pimpinan di Polres Labuhanbatu suami saya jadi korban pak. Bapak Kapolri tolong tinjau ulang permasalahan ini pak " teriak Hilda histeris.

Tim kuasa hukum terdakwa, Aipda Guntur Siringo-ringo, Yanto kepada wartawan mengatakan pihaknya keberatan dan akan mengajukan banding.

"Dalam hal ini kami dari tim kuasa hukum, akan melakukan keberatan terkait putusan yang dibacakan majelis hakim dikarenakan ada beberapa kejanggalan. Kami akan mengajukan banding atas putusan ini," ucapnya.

Sementara, Juru Bicara Pengadilan Negeri Rantauprapat, Muhammad Al Qudri saat diwawancarai terkait adanya kejanggalan yang dimaksud kuasa hukum terdakwa mempersilahkan agar melakukan upaya hukum.

"Undang-undang memberikan kesempatan bagi terdakwa untuk mengajukan upaya hukum, apabila ada hal yang tidak terima atas putusan itu" jelas Al Qudri.[]